detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Rabu, 16/04/2014 18:44 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Sabtu, 01/06/2013 00:10 WIB

Polisi Dalami Motif Penembakan Tito Kei

E Mei Amelia R - detikNews
Jakarta - Kepolisian Daerah Metro Jaya masih menyelidiki kasus kematian Tito Kei, adik dari tokoh Angkatan Muda Kei (AMKEI) Jhon Refra Kei, yang tewas ditembak. Motif penembakan juga belum diketahui.

"Kita sedang mencari saksi-saksi dan motifnya," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada detikcom, Jumat (31/5/2013).

Peristiwa itu terjadi pada Jumat, 31 Mei 2013 sekitar pukul 20.00 WIB di depan warung rokok milik Ratim di Jl Raya Titian Indah RT 03/011 Kelurahan Kalibaru Kecamatan Medan Satria, Bekasi Kota.

Saat itu, Tito tengah main kartu bersama rekannya Gery, Han dan Petrus di warung tersebut. Lalu tiba-tiba datang seorang pria berhelm dan berjaket melepaskan tembakan ke arahnya.

Tito pun tewas setelah dibawa ke RS Ananda, Bekasi di Jl Sultan Agung Kel Medan Satria Kec Medan Satria dengan luka tembak di bagian kepala belakang yang tembus ke kepala depan. Begitu juga dengan Ratim (70), pedagang kopi di lokasi kejadian.

Polisi saat ini tengah melakukan olah TKP di lokasi kejadian. Beberapa saksi dimintai keterangan.



Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(mei/ahy)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
92%
Kontra
8%