Jumat, 31/05/2013 17:34 WIB

Hanya 11 Siswa SMP di Yogya yang Tidak Lulus UN

Bagus Kurniawan - detikNews
Ilustrasi/detikcom
Yogyakarta - Sebanyak 11 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsnawiyah (MTs) di Yogyakarta dinyatakan tidak lulus. Jumlah tersebut mengalami penurunan bila dibandingkan dengan tahun lalu.

"Ada penuruan bila dibandingkan tingkat kelulusan dengan tahun lalu," Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, K Baskara Aji kepada wartawan di kantor Jl Cendana, Yogyakarta, Jumat (31/5/2013).

Menurut dia, pada tahun lalu jumlah siswa yang tidak lulus 345 siswa. Sedangkan tahun ini sebanyak 11 siswa.

Dari sisi tingkat kelulusan kata dia jua mengalami peningkatan. Tingkat kelulusan siswa SMP/MTs tahun ini 99,93 persen. Sedangkan pada tahun sebelumnya 99,3 persen menjadi 99,93 persen.

"Total jumlah siswa yang lulus sebanyak 47.306 siswa," katanya.

Dia menambahkan saat ini masih menunggu beberapa sekolah yang belum memasukkan nilai. Jumlah siswa yang tidak lulus juga bisa berubah bila sekolah yang ditunggu datanya tersebut sudah memasukkan data. Hal ini disebabkan karena adanya aplikasi baru dalam memasukkan data siswa.

"Dari 11 siswa yang tidak lulus ini, kita masih menunggu ada 9 siswa yang nilai sekolahnya belum masuk. Sedang dua siswa lainnya sudah pasti dinyatakan tidak lulus," katanya.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(bgs/try)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%