Detik.com News
Detik.com
Jumat, 31/05/2013 16:34 WIB

Kondisi Hukum di Indonesia Dinilai Semakin Buruk

Septiana Ledysia - detikNews
Kondisi Hukum di Indonesia Dinilai Semakin Buruk Todung Mulya Lubis (ari saputra/detikcom)
Jakarta - Dalam peluncuran buku Indeks Persepsi Negara Hukum Indonesia 2012 ditemukan beberapa penemuan yang mengejutkan. Salah satunya hasil survey yang dilakukan Indonesian Legal Roundtable (ILR) kondisi hukum di Indonesia ternyata dinilai semakin buruk.

Menurut Direktur Eksekutif ILR, Todung Mulya Lubis, penelitian ini menggunakan sample sebanyak 1220 responden dengan margin of error kurang lebih 3 persen. Dan dari penelitian tersebut ditemukan hasil tidak menggembirakan, dimana kondisi hukum di Indonesia hanya berada di titik 4,53 (menggunakan skala 1-10).

"Jadi dengan adanya buku ini kita akhirnya bisa mengetahui perkembangan hukum kita. Dan pada tahun 2012 hanya berada dibawa 5," ujar Todung dalam diskusi peluncuran buku indeks persepsi negara hukum 2012 di Hotel Sahid Jaya, Jumat (31/5/2013) .

Todung mengatakan, hasil tersebut didapatkan setelah memberikan pertanyaan dengan menggunakan 5 prinsip dasar yang menjadi pokok landasan. Pertama pemerintah berdasarkan hukum, kedua independensi kekuasaan kehakiman, ketiga penghormatan perlindungan HAM, Keempat akses terhadap keadilan dan kelima peraturan yang terbuka dan jelas.

"Dari hasil survey terhadap seluruh pertanyaan dan indikator dari kelima prinsip diketahui bahwa penghormatan dan pengakuan perlindungan HAM mendapatkan skor tertinggi yakni 5,74, prinsip pemerintahan berdasarkan hukum 4,77, independensi kekuasaan kehakiman 4,72, akses terhadap keadilan 4,28 dan prinsip peraturan terbuka 3,13," ujarnya.

Untuk itu diharapkan dengan adanya penelitian ini akan ada peningkatan kondisi hukum di Indonesia di tahun-tahun berikutnya.

"Buku seperti ini akan setiap tahun kita keluarkan untuk sebagai bahan pembelajaran untuk hukum di Indonesia," imbuhnya.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(spt/asp)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%