Jumat, 31/05/2013 15:54 WIB

777 Peserta Tidak Lulus UN Tingkat SMP di Sumut

Khairul Ikhwan - detikNews
Ilustrasi/detikcom
Medan - Sebanyak 777 siswa tingkat SMP sederajat dinyatakan tidak lulus dalam Ujian Nasional (UN) di Sumatera Utara (Sumut). Jumlah ini mencapai 0,33 persen dari total peserta yang mencapai 236.962 siswa.

Ketua Panitia UN Sumut, Yusri menyatakan, hasil akhir yang tidak lulus ini bersifat final. Koreksi jumlah itu bisa saja terjadi, tetapi peluangnya sangat kecil.

"Ini final, kalau pun ada koreksi, ya bisa juga berubah. Tetapi dari sisi hasil, dibanding pengumuman SMA, pengumuman hasil UN yang SMP ini lebih baik," kata Yusri kepada wartawan di kantor Dinas Pendidikan Sumut, Jalan Cik Di Tiro, Medan, Jumat (31/5/2013).

Hasil UN SMP ini akan diumumkan di sekolah pada Sabtu (1/6/2013). Berdasarkan data yang dikeluarkan Dinas Pendidikan, dari 33 kabupaten dan kota di Sumut, jumlah siswa yang paling banyak tidak lulus berasal dari Kota Gunung Sitoli mencapai 285 siswa, kemudian Kabupaten Labuhan Batu 120 siswa, Kabupaten Tapanuli Selatan sebanyak 104 siswa, sedangkan Kota Medan siswa yang tidak lulus berjumlah 91 siswa.

Daerah dengan kelulusan 100 persen, yakni Kota Tanjung Balai dan Kota Sibolga. Kemudian Kabupaten Asahan, Tapanuli Utara, Toba Samosir, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, Batubara, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Labuhan Batu Selatan dan Kabupaten Nias Barat.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(rul/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 14/09/2014 14:52 WIB
    Lulung: Yang Penting Pak Ahok Manis Bicara, Ai Dukung
    Gb Haji Lulung mengaku sudah tidak ada masalah dengan Ahok yang bersuara keras soal kebobrokan DPRD jika pilkada tidak dilakukan langsung. Dia mengingatkan Ahok berhati-hati bicara sehingga tidak ada yang tersinggung.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
31%
Kontra
69%