Jumat, 31/05/2013 10:04 WIB

KPK Periksa Rusli Zainal Sebagai Tersangka, 'Jumat Keramat'?

Rina Atriana - detikNews
Jakarta - KPK memeriksa Rusli Zainal. Pemeriksaan Gubernur Riau ini sebagai tersangka dalam dua kasus yang membelitnya.

Rusli tiba di KPK, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Jumat (31/5/2013). Berbatik cokelat, Rusli hanya berbicara singkat. "Nanti saja ya," terang Rusli.

Tak ada lagi jawaban yang keluar dari mulutnya. Rusli hanya tersenyum, termasuk ditanya soal kesiapan dia ditahan. Bukan apa-apa, pemeriksaan hari ini banyak dikaitkan dengan kebiasaan 'Jumat keramat'.

KPK kerap kali menahan tersangka di hari Jumat, hingga muncul istilah 'Jumat keramat'. Apalagi Rusli diperiksa sebagai tersangka.

KPK menetapkan Rusli sebagai tersangka untuk dua kasus sekaligus. Dalam kasus dugaan korupsi PON Riau, Rusli diduga memberikan uang sekaligus menerima uang terkait perubahan Perda PON Riau. Sedangkan dalam kasus dugaan korupsi kehutanan, Rusli diduga melakukan perbuatan melawan hukum atau penyalahgunaan wewenang terkait pengesahan bagan kerja IUPHHK-HT 2001-2006 di Pelalawan, Riau.

Petinggi Partai Golkar ini diduga mengesahkan rencana kerja tahunan atau RKT UPHHKHT untuk 10 perusahaan di Pelalawan pada 2004. Kasus ini telah menjerat mantan Bupati Pelalawan, Tengku Azmun Jafar, dan mantan Bupati Siak, Arwin AS, yang divonis bersalah beberapa waktu lalu.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(rna/ndr)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%
MustRead close