Detik.com News
Detik.com
Kamis, 30/05/2013 20:16 WIB

Penjelasan M Nuh Soal Laporan Dugaan Korupsi di Lingkungan Wamendikbud

Danu Damarjati - detikNews
Penjelasan M Nuh Soal Laporan Dugaan Korupsi di Lingkungan Wamendikbud
Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh mengungkap materi laporannya ke KPK. Dia mengatakan materi yang dilaporkan berisi laporan Irjen Kemendikbud dan Wamendikbud, terdapat perbedaan antara dua laporan itu.

"Laporan dari Irjen sama klarifikasinya Bu Windu (Wamendikbud Wiendu Nuryanti-red)," kata Nuh di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (30/5/2013).

Nuh menyerahkan urusan penilaian ada tidaknya penyimpangan kepada KPK. Dirinya sebatas melaporkan saja, agar tidak terjadi fitnah.

"Saya serahkan, yo wis sampeyan biji (Ya sudah, anda/KPK yang nilai). Penjelasan Bu Wiendu sudah ada. Cocok opo gak sak karep sampeyan (cocok atau tidaknya terserah KPK)," ujar Nuh.

Dirinya juga menyatakan telah melapor ke BPKP. Namun Nuh menyatakan belum ada hasil dari kedua laporan itu.

"Bisa jadi nggak ada apa-apa. Namanya kan dugaan. Dugaan itu kalau dibiarkan bisa jadi fitnah yang tidak sehat dalam organisasi," tuturnya.

Seperti sebelumnya, Nuh menyatakan laporannya bukan terkait UN. Irjen Kemendikbud Haryono Umar menyatakan laporan tersebut terkait dugaan penyimpangan APBN P 2012 di Ditjen Kebudayaan.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(dnu/trq)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%