detikcom
Kamis, 30/05/2013 16:11 WIB

Ruhut: Tolak Kenaikan Harga BBM, PKS Partai Banci!

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - PKS memutuskan berseberangan dengan Setgab Koalisi soal kenaikan harga BBM. Sontak politikus PD Ruhut Sitompul murka. Ruhut menyebut PKS partai banci.

"Di mata saya, PKS itu partai banci. Di kala susah dia menusuk kami dari belakang, menggunting dalam lipatan," protes Ruhut saat berbincang degnan detikcom, Kamis (30/5/2013).

Sementara PKS juga menikmati 3 kursi menteri di pemerintahan. Bahkan PKS sempat mendapatkan 4 menteri di awal periode kedua pemerintahan SBY.

"Giliran menteri dia mau menikmati. Ngancam mau keluar koalisi nyatanya dia bilang menteri mau dihibahkan," katanya.

Tindakan PKS menolak kenaikan harga BBM dinilai Ruhut hanya pencitraan saja karena PKS di internal koalisi juga sudah sepakat awalnya.

"Itu pencitraan, sudah dari dulu PKS begitu. Saya nggak khawatir, rakyat cerdas, dia lolos PT (parliamentary threshold 3,5% - red) saja sudah bagus," komentar Ruhut dengan gayanya yang ceplas-ceplos.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(van/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
41%
Kontra
59%
MustRead close