detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 07:24 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 30/05/2013 16:08 WIB

Hakim Pesta Narkoba Divonis 2 Tahun Lukai Rasa Keadilan!

Andi Saputra - detikNews
Hakim PN Bekasi Puji Wijayanto (rahman/detikcom)
Jakarta - Vonis 2 tahun penjara bagi hakim Pengadilan Negeri (PN) Bekasi Puji Widjayanto karena pesta narkoba dikecam. Sebagai hakim, hukuman yang dijatuhkan seharusnya bisa jauh lebih berat.

"Hukuman itu tidak mencerminkan bahkan melukai rasa keadilan bagi pejuang-pejuang anti terhadap peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba. Putusan itu tidak mendidik, tidak memberikan efek jera dan efek pendikan bagi penegak hukum yang lain," kata Ketua Gerakan Nasional Anti Narkoba (Granat) Henry Yosodiningrat kepada detikcom, Kamis (30/5/2013).

Puji ditangkap di di Hotel dan Club Illegals di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, pada Minggu 16 Oktober 2012 ditangkap petugas BNN bersama dua pria dan empat perempuan saat tengah pesta narkoba. PN Jakbar memberikan vonis 2 tahun penjara atas ulah Puji itu.

"Hakim Bekasi itu bukan pecandu, dia seorang penegak hukum yang seharusnya memberikan ketauladanan, contoh dan panutan, tapi justru melakukan perbuatan pidana yang sangat tercela," ujar Henry yang kini nyaleg untuk DPR RI dari PDIP ini.

Barang bukti yang disita dari Puji yaitu 9,5 butir ekstasi seberat 3 gram, SP 0,5 butir dan Dinda 6 butir atau 2 gram serta 0,4 gram sabu. Dengan banyaknya pertimbangan di atas, maka wajar jika hakim Puji dihukum lebih dari 2 tahun.

"Keadaan itu seharusnya oleh hakim PN Jakbar yang memeriksa dan mengadili perkara itu dijadikan sebagai alasan yang memberatkan," pungkas Henry.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(asp/van)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%