Detik.com News
Detik.com
Kamis, 30/05/2013 15:40 WIB

Informan Sekte Seks Bebas di Bandung Akan Jalani Tes Psikologi

Tya Eka Yulianti - detikNews
Bandung - Polisi bergerak menelusuri kabar munculnya sekte seks bebas di Bandung. Salah satunya menggali keterangan dari informan yang menghembuskan info keberadaan sekte tersebut.

Namun siapakah informan yang dimaksud, polisi masih menutup rapat jati dirinya. Namun tersirat ada kejanggalan sewaktu aparat kepolisian melakukan penyelidikan lebih lanjut atas info dari informan tersebut. Seperti informasi tempat dilakukannya ritual seks yang ditunjuk informan tak terbukti.

"Pemberi informasi akan dilakukan tes psikologi, jangan sampai ada gangguan kejiwaan. Karena tempat yang diberikan infonya setelah kita cek tidak ada," ujar Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Abdul Rakhman Baso usai upacara Gelar Pasukan Pengamanan Pilwalkot Bandung 2013 di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kamis (30/5/2013).

Abdul dan jajarannya masih menyelidiki motif serta peran informan itu apakah berdasar inisiatif sendiri atau bekerjasama dengan orang lain. Pendalaman menurutnya perlu cepat dilakukan agar info yang tidak benar jangan berkembang menjadi seolah nyata yang berisiko mengganggu situasi yang sudah kondusif.

"Hal seperti ini berpotensi gangguan. Sehingga harus ditangani sebaik mungkin. Kami melibatkan dan berkoodinasi dengan pengurus gereja. Apa benar ada seperti ini atau tidak. Kalau benar, berarti bagian dari penistaan agama," tutur Abdul.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(tya/rmd)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Segera Revisi PP Ganti Rugi Salah Tangkap Rp 1 Juta!

Ganti rugi Rp 1 juta bagi korban salah tangkap dinilai sudah tidak layak lagi. Ahli pidana UII Dr Mudzakkir mengatakan PP No 27 Tahun 1983 memuat ketentuan yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan sekarang. Untuk itu, Dr Mudzakkir mengusulkan PP itu harus diubah dan memasukkan ganti rugi sesuai dengan kurs terkini. Bila Anda setuju dengan usulan Dr Mudzakkir, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%