detikcom
Kamis, 30/05/2013 15:21 WIB

Sistem e-Ticketing KRL Sulit untuk Dicurangi

Rini Friastuti - detikNews
Jakarta - PT KAI akan menerapkan sistem e-ticketing secara terbatas mulai 1 Juni mendatang. Sistem ini diharapkan bisa mengurangi kecurangan-kecurangan yang timbul saat menggunakan sistem tiketing memakai kertas.

"Kecurangan tersebut sering terjadi ketika masih diberlakukan tiket manual berupa kertas. Akan tetapi dengan e-ticketing masyarakat tidak bisa berlaku curang karena tiket ini dilengkapi dengan alat yang bernama mobile reader," kata petugas stasiun Pasar Minggu Baru, Nurdin, ketika berbincang dengan detikcom, Kamis (30/5/2013).

Nurdin mengatakan, pernah ada penumpang yang ingin mencurangi sistem baru ini. Namun saat memasukkan tiket elektronik ke mesin ternyata tiketnya keluar lagi. "Oleh petugas kami memakai mobile reader, ternyata orang tersebut memakai tiket hari kemarin," jelasnya.

Ketika e-ticketing sudah melewati masa pemakaian, maka dia akan bereaksi terhadap mesin scan yang ada di setiap stasiun. Apabila ada yang melanggar, maka akan dikenakan sanksi. "Nanti akan dikenai denda Rp 50 ribu," kata Nurdin.

Para penumpang juga harus memperhatikan stasiun tujuan tempat mereka turun. Karena jika penumpang turun tak sesuai dengan lokasi tujuannya maka gate tidak bisa terbuka. "Kartunya tidak akan bisa terbuka, karena itu harus memperhatikan stasiun tujuannya di mana," katanya.

Sistem e-ticketing sudah mulai dicoba di stasiun-stasiun KRL. Ada dua kali pemeriksaan untuk penumpang KRL. Saat turun dari kereta ada petugas yang melakukan pengecekan tiket itu meggunakan mobile reader. Alat ini mirip dengan alat gesek kartu keredit yang ada di pusat perbelanjaan.

Setelah melewati pemeriksaan ini, penumpang kemudian menuju gate keluar dan memasukan kartu ke dalam alat dalam gete keluar untuk meninggalkan stasiun.

Sistem e-ticketing belum dilakukan secara penuh. Hal ini disebabkan masyarakat masih belum familiar dengan sistem baru tersebut. E-ticketing hanya diberlakukan pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB. Jika di luar jam tersebut tiket dijual manual sehingga pada jam-jam sibuk tidak terjadi penumpukan antrean penumpang di loket.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(nal/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
61%
Kontra
39%