Kamis, 30/05/2013 13:19 WIB

KPK Telaah Laporan M Nuh Soal Dugaan Korupsi di Kemendikbud

Fajar Pratama - detikNews
Jakarta - Mendikbud M Nuh mendatangi KPK untuk melaporkan adanya dugaan korupsi di kementerian yang dipimpinnya pada Rabu (29/5) malam. KPK akan segera menelaah laporan tersebut.

"Laporan tersebut nantinya akan kita telaah," kata Juru Bicara KPK Johan Budi di Jakarta, Kamis (30/5/2013).

Semalam, Nuh menyampaikan hasil pemeriksaan dari inspektorat jenderal pendidikan kepada KPK. Laporan tersebut dilaporkan untuk dipelajari lebih jauh apakah ada penyelewengan atau tidak.

"Jadi memang benar ada penyimpangan atau tidak, kami nggak punya kewenangan menentukan menyimpang atau tidak. Kami juga melaporkan ke BPKP betul tidak ada penyimpangan. Ini bagian dari klarifikasi," ujar Nuh.

Sebelumnya, Inspektorat Jenderal (Itjen) di Kemendikbud melakukan evaluasi dalam proses ujian nasional (UN). Hasilnya terdapat banyak permasalah. Utamanya di pengawasan.

Itjen Kemendikbud Haryono Umar, juga menyebut, paling banyak rekomendasi dalam proses UN diberikan di bagian pengawas. Pihak Itjen juga sudah memberi peringatan soal keterlambatan, soal kargo, dan soal pemindaian hasil UN.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(fjp/rmd)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 14/09/2014 14:52 WIB
    Lulung: Yang Penting Pak Ahok Manis Bicara, Ai Dukung
    Gb Haji Lulung mengaku sudah tidak ada masalah dengan Ahok yang bersuara keras soal kebobrokan DPRD jika pilkada tidak dilakukan langsung. Dia mengingatkan Ahok berhati-hati bicara sehingga tidak ada yang tersinggung.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
36%
Kontra
64%