detikcom
Kamis, 30/05/2013 11:21 WIB

AS Desak Hizbullah Mundur dari Suriah

Rita Uli Hutapea - detikNews
Bashar al-Assad (AFP)
Washington, - Pemerintah Amerika Serikat mendesak para pejuang Hizbullah untuk mundur dari Suriah. Disebutkan bahwa peran aktif Hizbullah dalam pertempuran di negara tersebut merupakan eskalasi yang sangat berbahaya.

Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah membenarkan pelan lalu, bahwa kelompok Syiah yang berbasis di Libanon itu, bertempur secara aktif di kota Qusayr, dekat perbatasan Suriah. Ini dilakukan untuk mendukung sekutu dekat Hizbullah, Presiden Suriah Bashar al-Assad.

"Ini eskalasi yang tak bisa diterima dan sangat berbahaya. Kami mendesak Hizbullah menarik para pejuangnya dari Suriah segera," tegas juru bicara Departemen Luar Negeri (Deplu) AS Jen Psaki seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (30/5/2013).

Psaki juga mengecam serangan di pos pemeriksaan militer Libanon dekat perbatasan pada Selasa, 28 Mei yang menewaskan tiga tentara. Belum jelas siapa yang mendalangi serangan yang juga dikecam pemerintah Libanon dan Hizbullah tersebut.

"Ini dan insiden-insiden lain merupakan pengingat keras bahwa konflik di Suriah mendatangkan ancaman yang sangat berbahaya bagi stabilitas Libanon, rakyat dan keamanan Libanon, cetus Psaki.

"Kami meminta semua pihak untuk melakukan peran mereka dengan bertindak mengendalikan diri dan menghormati keamanan dan kestabilan Libanon," imbuhnya.

Kelompok Hizbullah diyakini telah mengirimkan setidaknya 1.700 pejuang ke Qusayr sejak sepekan lalu. Hal ini untuk mendukung serangan-serangan pasukan Suriah ke basis-basis pemberontak. Sementara pemerintah Prancis memperkirakan, sekitar 3 ribu hingga 4 ribu pejuang Hizbullah kini beroperasi di Suriah.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(ita/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
53%
Kontra
47%