Detik.com News
Detik.com
Kamis, 30/05/2013 00:21 WIB

Wiranto: Zainal Pandai Berpuisi Bertema Kehidupan, Cinta & Kematian

Ikhwanul Khabibi - detikNews
Wiranto: Zainal Pandai Berpuisi Bertema Kehidupan, Cinta & Kematian Almarhum Zainal Nur Rizki (dok Hanura)
Jakarta - Zainal Nur Rizki (23) putra bungsu Wiranto yang meninggal karena sakit di Afrika Selatan ternyata pandai berpuisi. Wiranto sendiri baru mengetahui anaknya pandai puisi setelah ditemukan kumpulan puisi milik anaknya tersebut.

"Saya baru tahu ananda (Zainal) pandai membuat puisi setelah wafat," ujar Wiranto di kediamannya Komplek Pati Angkatan Darat, Jl Palem Kartika No 21, Bambu Apus, Jaktim, Rabu (29/5/2013).

Wiranto mengatakan, kumpulan puisi tersebut ditemukan oleh sang kakak di laptop Zainal. Puisi-puisi tersebut bertema kehidupan.

"Ada banyak puisi tentang kehidupan. Salah satunya tentang cinta dan kematian, perpisahan, dan renungan dirinya," paparnya.

Zainal Nur Rizki (23) meninggal di Johanesburg, Afrika Selatan karena sakit. Di Afrika Selatan, Zainal sedang menimba ilmu di Perguruan Tinggi Ilmu Agama Islam Darul Uloom Zakariyya. Zaenal adalah putra bungsu Wiranto. Saat ini jenazah Zainal Nur Rizki telah dimakamkan di pemakaman umum muslim di LENAsia Johanesburg, Afrika Selatan


(mpr/mpr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%