Detik.com News
Detik.com
Rabu, 29/05/2013 19:03 WIB

Cagub dari PDIP Gugat Hasil Pemilihan Gubernur Bali ke MK

Prins David Saut - detikNews
Cagub dari PDIP Gugat Hasil Pemilihan Gubernur Bali ke MK Gedung MK (ari/detikcom)
Jakarta - Pasangan calon gubernur yang diusung PDIP AAN Puspayoga-Dewa Sukrawan menggugat hasil Pilgub Bali 2013 ke Mahkamah Konstitusi (MK). Menurut keduanya, hasil rekapitulasi suara oleh KPU tidak akurat.

"Kita sangat berkeberatan dengan hasil perhitungan dan itu sangat keliru. Untuk itu, kita masukkan permohonan keberatan ke MK hari ini," kata kuasa hukum Puspayoga-Sukrawan, Arteria Dahlan, usai mendaftarkan gugatannya di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (29/5/2013).

Arteria menilai hasil rekapitulasi surat suara KPU tidak sesuai dengan hitungan yang tertera pada formulir rekapitulasi atau formulir C1. Ia juga berpendapat banyaknya pemilih siluman yang memberikan suaranya berdasarkan saksi di lapangan.

"Dan hal ini sudah kita sampaikan ke panwaslu, akan tetapi hingga saat ini tidak pernah ditanggapi," ujar Arteria.

Sekitar 32 ribu surat suara yang rusak menurut Arteria juga menjadi salah satu pemicu kekalahan kliennya. Pihaknya pun meminta KPU menghitung kembali surat suara yang rusak tersebut karena yakin 10 persennya tidak rusak. Ia juga mengklaim menemukan 1.700 pelanggaran yang sistematis dalam pilgub yang dilaksanakan pekan lalu.

"Kita temukan kesalahan perhitungan di 6 kabupaten. Dari 2 kabupaten kota saja ternyata faktanya betul ada ketidaksesuaian hasil hitung yang kita katakan ini kesalahan atau kekeliruan dengan sengaja," ujar Arteria.

"Garis besarnya itu saja. Kita tidak ingin sebenarnya mengajukan keberatan ini, karena ini sangat sederhana, karena yang kita ajukan ini adalah temuan yang seharusnya bisa dilakukan perbaikan seketika oleh teman-teman KPU," tambah Arteria.

Oleh karena itu, Arteria berharap MK mengabulkan permohonannya untuk pemungutan suara ulang di semua TPS yang dianggapnya bermasalah. Arteria mencatat 19 TPS telah dilaporkan ke panitia pengawas, dan 100 saksi telah disiapkan untuk persidangan di MK nanti.

Seperti yang diketahui, KPU Bali menyatakan pasangan Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta memenangkan pilgub Bali 2013. Pasangan yang diusung Partai Golkar dan Partai Demokrat ini mengantongi 996 suara lebih banyak dari pasangan AAN Puspayoga-Dewa Sukrawan, yakni 1.063.734 suara.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(vid/asp)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%