detikcom
Rabu, 29/05/2013 18:27 WIB

Juara Kelas di Medan Bingung Tidak Lulus UN

Khairul Ikhwan - detikNews
Jakarta - Seorang siswa SMA Negeri 15 Medan, Sumatera Utara (Sumut), dinyatakan tak lulus dalam Ujian Nasional (UN) padahal selama ini selalu mendapat ranking di kelas. Menduga ada masalah dengan penilaian lembar jawaban UN, mereka pun mengajukan protes.

Pada Rabu (29/5/2013) siang, Gita Saraswati (17) bersama ibunya Dian Permanasari datang ke Dinas Pendidikan Kota Medan, di Jalan Pelita IV. Mereka ingin mengetahui hasil ujian Gita, terutama mata ujian Bahasa Indonesia.

Pada mata ujian Bahasa Indonesia Gita mendapatkan nilai 0,8. Padahal dari 50 soal dalam mata ujian itu, Gita dapat menjawab sebagian besarnya. Bahkan dalam pengerjaan atau simulasi ulang yang dilakukannya di rumah, dia mampu mengerjakan dengan benar 30 soal.

Kendati ingin mengetahui penyebab mengapa dia tidak lulus, tidak bisa dipenuhi Dinas Pendidikan. Sang ibu Dian Permanasari sudah mendatangi berbagai pihak, mulai dari sekolah hingga Universitas Negeri Medan (Unimed) selaku pengawas UN agar anaknya diuji ulang sebab ada peluang error hasil penilaian lembar jawabannya.

“Tetapi tidak dipenuhi,” kata Dian.

Gita yang selama ini berada di lima besar juara di kelas justru menjadi satu-satunya siswa yang tidak lulus UN di sekolahnya. Kini gita dan keluarganya bingung mempertanyakan hasil yang menurut mereka mustahil itu


Indonesia jadi surga pelaku pedopilia dunia. Saksikan di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(rul/fiq)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%