detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Senin, 21/04/2014 09:08 , Sumber : Radio Republik Indonesia

Rabu, 29/05/2013 18:27 WIB

Juara Kelas di Medan Bingung Tidak Lulus UN

Khairul Ikhwan - detikNews
Jakarta - Seorang siswa SMA Negeri 15 Medan, Sumatera Utara (Sumut), dinyatakan tak lulus dalam Ujian Nasional (UN) padahal selama ini selalu mendapat ranking di kelas. Menduga ada masalah dengan penilaian lembar jawaban UN, mereka pun mengajukan protes.

Pada Rabu (29/5/2013) siang, Gita Saraswati (17) bersama ibunya Dian Permanasari datang ke Dinas Pendidikan Kota Medan, di Jalan Pelita IV. Mereka ingin mengetahui hasil ujian Gita, terutama mata ujian Bahasa Indonesia.

Pada mata ujian Bahasa Indonesia Gita mendapatkan nilai 0,8. Padahal dari 50 soal dalam mata ujian itu, Gita dapat menjawab sebagian besarnya. Bahkan dalam pengerjaan atau simulasi ulang yang dilakukannya di rumah, dia mampu mengerjakan dengan benar 30 soal.

Kendati ingin mengetahui penyebab mengapa dia tidak lulus, tidak bisa dipenuhi Dinas Pendidikan. Sang ibu Dian Permanasari sudah mendatangi berbagai pihak, mulai dari sekolah hingga Universitas Negeri Medan (Unimed) selaku pengawas UN agar anaknya diuji ulang sebab ada peluang error hasil penilaian lembar jawabannya.

“Tetapi tidak dipenuhi,” kata Dian.

Gita yang selama ini berada di lima besar juara di kelas justru menjadi satu-satunya siswa yang tidak lulus UN di sekolahnya. Kini gita dan keluarganya bingung mempertanyakan hasil yang menurut mereka mustahil itu


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(rul/fiq)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%