Detik.com News
Detik.com
Rabu, 29/05/2013 18:13 WIB

Demo Telanjang Dada di Tunisia, 3 Wanita Asal Eropa Dibekuk

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Demo Telanjang Dada di Tunisia, 3 Wanita Asal Eropa Dibekuk Ilustrasi
Tunis - Tiga wanita muda asal Eropa ditangkap saat berunjuk rasa di Tunisia. Sebabnya, wanita-wanita yang tergabung dalam kelompok Femen ini berunjuk rasa dengan memamerkan payudara mereka, alias telanjang dada.

Femen memang dikenal sebagai komunitas yang kerap melakukan unjuk rasa dengan aksi ekstrem, yakni bertelanjang dada atau bahkan bugil sepenuhnya. Sejak tahun 2010, Femen sering menjadi bahan pemberitaan di Rusia, Ukraina dan Inggris. Namun aksi ini merupakan yang pertama kali terjadi di negara Arab.

Berdiri di luar gedung pengadilan yang ada di ibukota Tunis, dua wanita asal Prancis dan seorang wanita asal Jerman ini menuntut dibebaskannya seorang wanita Tunisia yang bernama Amina. Wanita muda Tunisia berusia 18 tahun tersebut ditahan saat ikut unjuk rasa menentang kelompok Islamis garis keras.

Saat itu, Amina menulis kata 'Femen' pada salah satu dinding dekat pemakaman setempat. Atas perbuatannya tersebut, Amina terancam hukuman maksimal 2 tahun penjara.

"Free Amina," teriak mereka seperti dilansir AFP, Rabu (29/5/2013).

Polisi yang berjaga di dekat lokasi dengan cepat mengamankan ketiga wanita tersebut. Ketiganya dibawa masuk ke dalam gedung sebelum banyak orang menyaksikan mereka.

"Aksi ini merupakan yang pertama kali kami lakukan di negara Arab... Saya mempersiapkan tim internasional ini dari Paris dan mereka pergi ke Tunis, kemarin (28/5)," jelas pemimpin Femen yang ada di Paris, Inna Shevchenko melalui telepon kepada AFP.

Hukuman bagi perbuatan tidak senonoh di depan umum, terancam hukuman 6 bulan penjara di Tunisia. "Kami tidak mempedulikan hal semacam ini. Di negara tersebut, hukum hanya menguntungkan yang berkuasa. Di Tunisia, kita melihat orang-orang berisiko dipenjara selama 2 tahun hanya karena grafiti semata," tegas Shevchenko.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(nvc/nwk)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%