Rabu, 29/05/2013 18:10 WIB

Kepala Perpusda Bandung Lapor Polisi Terkait Surat Perintah Seks Bebas

Baban Gandapurnama - detikNews
Foto: baban gandapurnama/detikcom
Bandung - Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah (Perpusa) Kota Bandung Muhammad Anwar melaporkan secara resmi perihal tudingan soal sekte seks bebas di lingkungan PNS di instansinya. Anwar menegaskan kalau surat itu palsu.

Anwar datang bersama dua pegawainya berpakaian cokelat muda khas PNS masing-masing pria dan wanita ke Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Rabu (29/5/2013), sekitar pukul 15.35 WIB. Ia membuat laporan ke ruangan Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Mapolrestabes Bandung.

Selanjutnya, Anwar ditemani seorang petugas SPK melangkah menuju ruangan Satrekrim Polrestabes Bandung. "Mau laporan," singkat Anwar.

Anwar tidak menjelaskan aduan yang disampaikannya itu apakah pemalsuan surat atau pencemaran nama baik. Hingga pukul 16.00 WIB, Anwar masih menyampaikan keterangannya kepada penyidik.

Sebelumnya, Anwar menyebut surat itu fitnah. Dia mengaku tidak tahu siapa yang memalsukan kop surat (Pemkot Bandung), stempel, dan tanda tangan, dan mengedarkan dokumen tak bertanggung jawab tersebut.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(bbn/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 14/09/2014 14:52 WIB
    Lulung: Yang Penting Pak Ahok Manis Bicara, Ai Dukung
    Gb Haji Lulung mengaku sudah tidak ada masalah dengan Ahok yang bersuara keras soal kebobrokan DPRD jika pilkada tidak dilakukan langsung. Dia mengingatkan Ahok berhati-hati bicara sehingga tidak ada yang tersinggung.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
32%
Kontra
68%