detikcom
Rabu, 29/05/2013 17:22 WIB

Pakai Bikini Terlalu Minim di Pantai, Wanita AS Ditangkap Polisi

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Tiara Monique Garness (nydailynews.com)
South Carolina - Gara-gara memakai bikini yang terlalu minim saat berjalan di pantai, seorang wanita muda di Amerika Serikat ditangkap polisi setempat. Wanita muda ini dinilai berpakaian tidak senonoh di depan umum.

Tiara Monique Garness ditangkap polisi saat asyik berjalan di sebuah pantai di South Carolina, Amerika Serikat. Dia dijerat pasal perbuatan cabul karena memakai pakaian renang yang terlalu minim bahkan hingga tidak menutupi bokongnya.

Demikian seperti dilansir nydailynews.com, Rabu (29/5/2013). Polisi mengklaim, pihaknya telah memperingatkan Garness untuk menutupi bagian tubuhnya yang terlalu terekspos.

Bahkan Garness telah diperingatkan sebanyak dua kali. Namun karena wanita berumur 22 tahun itu mengabaikan peringatan tersebut, polisi terpaksa mengambil tindakan tegas.

Garness yang berasal dari High Point, North Carolina ini akhirnya diamankan oleh polisi yang berjaga di pantai Myrtle, South Carolina.

Dalam situsnya, otoritas setempat menyatakan: "Pakaian renang jenis thong bikini dan memamerkan anggota tubuh tertentu di depan umum merupakan tindakan ilegal dan bisa berujung pada penangkapan."

Kini, Garness mendekam di penjara setempat. Namun dia tidak sendirian, karena ada tiga wanita lainnya yang ditangkap atas dakwaan yang sama, yakni berpakaian tidak senonoh di depan umum.

Mereka adalah Latosha Faye Collins (27), Tenisha Blair (34), dan Latoya Michen (31). Ketiganya ditangkap karena memamerkan bokong mereka di depan umum.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(nvc/ita)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%