detikcom
Rabu, 29/05/2013 16:53 WIB

Kisah Putra Wiranto Sudah Beli Tiket Pulang Sebelum Meninggal di Afsel

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Almarhum Zainal Nurrizki/Hanura
Jakarta - Ajal bisa menjemput kapan saja. Putra bungsu Wiranto yang sudah membeli tiket pulang ke tanah air, meninggal di Afrika Selatan. Zaenal pun dimakamkan di Johannesburg, Afsel.

"Rencananya hari ini mau pulang ke Indonesia, sudah beli tiket ke Indonesia, sudah ngurus visa juga," kata Ketua Bappilu Partai Hanura, Yuddy Chrisnandi, kepada detikcom, Rabu (29/5/2013).

Tapi takdir berkata lain, Zaenal terserang panas tinggi dua hari lalu dan meninggal di rumah sakit. Zaenal pun akhirnya dimakamkan di Johannesburg, Afsel.

"Pak Wiranto ditelepon tadi malam pukul 01.00 WIB. Dia ditanya mau dipulangkan atau bagaimana. Kalau dipulangkan merepotkan Kedubes, harus diformalin. Pertimbangan kemanusiaan, teknis, dan lain-lain akhirnya disegerakan saja. Pak Wiranto memutuskan dimakamkan saja di sana," kata Yuddy.

Di Afrika Selatan, Zaenal tinggal bersama mertua dan istrinya. Untuk mendoakan arwah almarhum jauh di benua hitam, Wiranto pun akan menggelar pengajian.

"Malam ini ada pengajian di rumah Pak Wiranto di Bambu Apus. Bapak dan Ibu rencananya akan ke Afsel tapi tidak dalam waktu dekat karena harus mengurus banyak surat-surat seperti visa dulu," pungkasnya.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(van/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
71%
Kontra
29%