Detik.com News
Detik.com
Rabu, 29/05/2013 13:04 WIB

Jokowi vs Prabowo, Gerindra: Pilihan di Tangan Rakyat

Ahmad Toriq - detikNews
Jokowi vs Prabowo, Gerindra: Pilihan di Tangan Rakyat
Jakarta - Jokowi kerap dihadap-hadapkan dengan Prabowo Subiyanto di berbagai survei capres. Hasilnya, pria asal Solo itu mengungguli Prabowo. Namun Gerindra tak khawatir dan yakin di Pilpres 2014 nanti Prabowo akan keluar sebagai pemenang.

"Pilihan kan di tangan rakyat ya mas. Kalau memang rakyat pilih dia kan ya berarti dia memang bagus," kata Ketua DPP Gerindra, Desmond Mahesa Junaidi, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (29/5/2013).

Desmond mengatakan hasil survei tak akan mempengaruhi pencapresan Prabowo. Gerindra mantap mengusung mantan Danjen Kopassus itu sebagai capres.

"Nggak ada masalah sama sekali (dengan hasil survei). Gerindra tetap mengusung Pak Prabowo," ujarnya.

Lebih jauh mengenai survei capres yang ada, Desmond mengatakan belum tentu hasilnya benar. Dia meragukan hasil survei capres.

"Kalau kita bicarakan survei ya kita lihat dulu itu surveinya murni independen atau pesanan. Kita lihat dulu sumber dananya dari siapa. Iya kan? Apakah survei itu dipesan untuk menjatuhkan calon tertentu atau gimana," ujarnya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(van/try)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%