Rabu, 29/05/2013 11:04 WIB

Teken Edaran Seks Bebas, Kepala Perpustakaan Bandung: Itu Palsu, Fitnah!

Avitia Nurmatari - detikNews
Bandung - Beredar, surat perintah soal seks bebas untuk pegawai Perpustakaan dan Arsip Daerah Bandung. Ada sejumlah nama di surat itu. Kepala Perpustakaan dan Arsip Daerah Bandung, Muhammad Anwar, membantah mengeluarkan surat itu.

"Itu fitnah!" kata Anwar saat dihubungi detikcom, Rabu (29/5/2013).

Anwar yang saat dihubungi detikcom tengah berada di Karang Setra Bandung itu mengaku sudah mengetahui dokumen tersebut. Ia tidak tahu siapa yang memalsukan kop surat (Pemkot Bandung), stempel, dan tanda tangan, dan mengedarkan dokumen tak bertanggung jawab tersebut.

"Saya tidak pernah tanda tangan. Kalau pun ada tanda tangan, itu palsu. Mungkin di-scan," jelasnya.

"Masalah ini sudah ditangani Polrestabes," imbuhnya.

Dalam surat edaran tertanggal 31 Januari 2013 disebutkan Anwar memerintahkan sejumlah PNS mengikuti ritual seks bebas di tempat tertentu. Di lampiran, ada 10 nama berikut Nomor Induk Pegawai (NIP), jabatan, dan pasangan seks bebas. Surat itu berkop Pemkot Bandung disertai materai Rp 6 ribu dan stempel serta tanda tangan.

Di dokumen lain, ada salah satu nama PNS berjenis kelamin perempuan yang mendapat piagam penghargaan terkait ritual itu. Tak disebutkan, apa 'prestasi' perempuan itu sehingga layak mendapatkan piagam.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(try/van)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
65%
Kontra
35%