Selasa, 28/05/2013 22:44 WIB

Rusia tetap kirim sistem rudal ke Suriah

BBCIndonesia.com - detikNews
RUSSIAN S-300P SYSTEM

Kontrak penjualan rudal Rusia ke Suriah disebutkan telah diteken beberapa tahun lalu.

Rusia mengatakan negara itu akan tetap mengirim sistem rudal antipesawat S-300 ke Suriah dan senjata diharapkan akan mencegah intervensi asing.

Kepastian itu disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov di Moskow pada Selasa (28/05).

"Kami berpikir pengiriman ini merupakan faktor penyeimbang dan langkah-langkah seperti ini dalam banyak hal akan mengekang pihak-pihak yang mudah emosi agar tidak menjajaki berbagai skenario yang akan menjadikan konflik ke tingkat internasional dengan keterlibatan pasukan luar," kata Ryabkov.

Menurutnya, kontrak pengiriman sistem rudal S-300 ke Suriah telah ditandatangani beberapa tahun lalu.

Sekelas rudal Patriot

Pernyataan Wakil Menteri Luar Negeri Sergei Ryabkov disampaikan beberapa jam setelah Uni Eropa memutuskan untuk mencabut embargo senjata ke oposisi Suriah, meskipun senjata tidak boleh dikirim sebelum bulan Agustus.

Menteri Luar Negeri Inggris William Hague mengatakan Inggris bisa mulai mempersenjatai pasukan pemberontak mulai sekarang, tetapi tidak mempunyai rencana aktif untuk melakukannya.

Ryabkov mengecam keputusan Uni Eropa dan mengatakan hal tersebut akan mengganggu peluang pelaksanaan konferensi perdamaian tentang Suriah bulan depan.

Wartawan BBC urusan diplomatik Jonathan Marcus mengatakan sistem rudal antipesawat S-300 adalah sistem rudal darat ke udara yang sangat canggih dan dianggap sekelas dengan rudal Patriot milik Amerika Serikat.

(bbc/bbc)

Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Minggu, 14/09/2014 14:52 WIB
    Lulung: Yang Penting Pak Ahok Manis Bicara, Ai Dukung
    Gb Haji Lulung mengaku sudah tidak ada masalah dengan Ahok yang bersuara keras soal kebobrokan DPRD jika pilkada tidak dilakukan langsung. Dia mengingatkan Ahok berhati-hati bicara sehingga tidak ada yang tersinggung.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
29%
Kontra
71%