Selasa, 28/05/2013 19:59 WIB

Polres Jaksel Tangkap Pelaku Pencurian Puluhan Mobil

Rini Friastuti - detikNews
Jakarta - Polres Metro Jakarta Selatan menangkap komplotan penadah dan pencuri mobil dengan barang bukti puluhan unit mobil berbagai merek. Keberhasilan pengungkapan kasus ini berawal saat Satuan Reskrim melakukan pengecekan TKP kasus curanmor di Cilandak, 19 April 2013.

"Polisi mendapat informasi dari masyarakat bahwa yang melakukan pencurian tersebut anggota dari kelompok DOBOG yang masuk ke dalam DPO. Berdasarkan informasi tersebut petugas melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap BK yang merupakan anggota kelompok DOBOG di Bantar Gebang, Bekasi," ujar Kabid Humas Polres Jaksel Kompol Aswin dalam keterangannya, Selasa (28/5/2013).

Berdasarkan pemeriksaan terhadap BK diketahui bahwa hasil kejahatan curanmor mobil selalu dijual ke OJ atau yang dikenal dengan nama Bos Bandung. OJ berhasil ditangkap bersama AB dan YI di Tasikmalaya, Jabar, beserta barang bukti 1 unit mobil Toyota Innova warna hitam tahun 2011.

"Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap OJ, diketahui bahwa hasil kejahatan yang yang diperoleh dari kelompok DOBOG dijual kepada YS. Petugas selanjutnya mengamankan tersangka YS di daerah Bandung, serta mengamankan sebanyak 24 unit mobil hasil kejahatan," jelas Aswin.

Barang Bukti yang disita :
a. Toyota Avanza Warna Hitam 6 unit
b. Toyota Avanza Warna Silver 7 unit
c. Toyota Avanza Kuning 1 unit
d. Daihatsu Xenia Warna Hitam : 3 unit
e. Daihatsu Xenia Warna Silver 3 unit
f. Daihatsu Xenia Warna Putih 1 unit
g. Honda Civic Warna Putih 1 unit
h. Suzuki AVP Warna Kuning 1 unit
i. Toyota Innova Warna Hitam 1 unit

"Para tersangka dikenakan pasal 480 dan 481 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 4 dan 7 tahun penjara," sambung Aswin.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(rni/fjp)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
75%
Kontra
25%