Detik.com News
Detik.com

Selasa, 28/05/2013 19:12 WIB

MK Putuskan Pemeriksaan Notaris Tak Perlu Izin Organisasi

Prins David Saut - detikNews
MK Putuskan Pemeriksaan Notaris Tak Perlu Izin Organisasi Gedung MK (ari/detikcom)
Jakarta - Hak istimewa yang dimiliki notaris untuk bersaksi dalam proses hukum dihapus. Hak tersebut yaitu izin persetujuan organisasi Majelis Pengawas Daerah (MDP) apabila menjadi saksi di proses penyelidikan hingga pengadilan. Mahkamah Konstitusi (MK) menghapus hak istimewa karena melanggar UUD 1945.

"Mengabulkan permohonan pemohon untuk seluruhnya," kata Ketua MK Akil Mochtar di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (28/5/2013).

Putusan ini atas permohonan Kant Kamal yang merasa dirugikan hak konstitusinya terkait laporan pemalsuan akta otentik miliknya oleh notaris. Dengan adanya hak istimewa ini, laporan Kant Kamal menjadi lambat.

Permohonan Kant untuk mengujimaterikan frasa 'dengan persetujuan Majelis Pengawas Daerah' dalam Pasal 66 ayat 1 UU No 30/2004 tentang jabatan notaris. Ia merasa hak konstitusinya terlanggar terkait kasus pemalsuan akte yang diduga dilakukan oleh seorang notaris dan polisi tak bisa melanjutkan perkaranya karena MPD tak memberi izin notaris yang dimaksud untuk diperiksa.

"Perlakuan yang berbeda terhadap jabatan notaris diatur dan diberikan perlindungan dalam kode etik notaris. Sedangkan sebagai warga negara, notaris tetap harus menjalani semua tahapan yang sama dalam proses penegakan hukum," kata hakim anggota Hamdan Zoelva.

Dalam persidangan ini, frasa tersebut dinilai membuat upaya penegakan hukum menjadi mandul karena proses ke MPD cukup lama dan menimbulkan pengingkaran terhadap keadilan. Mulai palu hakim konstitusi diketuk, kini para penyidik bisa memeriksa langsung notaris terkait suatu perkara tanpa izin MPD.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(vid/asp)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
96%
Kontra
4%