Detik.com News
Detik.com
Selasa, 28/05/2013 18:05 WIB

Hari ke-225 Jokowi

Jokowi: Agustus, Waduk Ria Rio Mulai 'Disulap' Bak Marina Bay

Sukma Indah Permana - detikNews
Jokowi: Agustus, Waduk Ria Rio Mulai Disulap Bak Marina Bay
Jakarta - Waduk Ria Rio di Jakarta Timur saat ini kondisinya sangat kumuh. Gubernur DKI Joko Widodo berencana menyulap waduk tersebut menjadi bak Marina Bay di Singapura. Ditargetkan, Agustus atau September tahun ini rencana tersebut mulai diwujudkan.

"Iya banyak penuh (eceng gondok), saya setiap hari juga ke sana. Penuh, lahannya sudah beres baru. Mungkin Agustus (atau) September," ujar Jokowi di Rumah Makan Dapur Sunda Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (28/5/2013).

Jokowi menjelaskan saat ini proses pembelian lahan masih berjalan. Setelah proses pembebasan lahan selesai, baru proses pembangunan dapat dilakukan.

"Juga nanti memikirkan masyarakat di sana yang kurang lebih ada 600 jiwa kita ajak bicara kalau lahannya sudah rampung," lanjutnya.

Rencananya, waduk seluas 8 hektar itu akan dijadikan ruang terbuka hijau sekaligus public space. "Nanti begitu selesai akan langsung dimulai. Ada public space, opera house-nya di situ," tutur Jokowi.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(sip/rmd)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%