detikcom
Selasa, 28/05/2013 14:55 WIB

Rombongan DPRD Solok Hilang 2 Hari di Bukit Barisan Saat Napak Tilas

Triono Wahyu Sudibyo - detikNews
Jakarta - Rombongan DPRD Solok, Sumatera Barat, termasuk ketua DPRD Syafri Datuak Syiri Marajo, sempat bikin kalang kabut. Mereka dilaporkan hilang saat napak tilas di Bukit Barisan, Kabupaten Solok. Ada kejadian di luar dugaan sebelum akhirnya rombongan ditemukan selamat.

Rombongan terdiri dari anggota DPRD, staf Dinas Kehutanan, dan warga. Mereka berangkat dari Nagari Koto Sani, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Sabtu (25/5) dan finis di Padang, Minggu (26/5).

Tak ada satu pun yang sampai di finis pada hari yang ditentukan. Bahkan hingga Selasa (28/5) pagi, tak ada informasi masuk soal keberadaan mereka. Semua bingung, termasuk Bupati Solok Syamsu Rahim.

Sejumlah kalangan berusaha mengontak anggota rombongan napak tilas, tapi tak pernah berhasil. Info hilangnya pejabat dan warga pun tersebar ke mana-mana.

"Itulah, saya juga belum tahu. Dari kemarin-kemarin ribut soal itu (hilangnya rombongan DPRD). Tapi saya belum dapat infonya seperti apa," kata Kabid Humas Polda Sumbar AKBP Mainar Sugiarto saat dikonfirmasi detikcom sekitar pukul 13.15 WIB, Selasa (28/5/2015).

Mainar akan mengkroscek berbagai pihak untuk memastikan informasi itu. "Jangan-jangan Bukit Barisan Sumut, bukan Sumbar," katanya.

Kapolres Solok AKBP Guntur Hindarsyah memberi informasi lebih rinci. Ia mengaku baru mendengar informasi bahwa sebagian rombongan DPRD sudah sampai finis. Sisanya masih dijemput anggota TNI, tim SAR, dan warga setempat.

"Ada 19 orang yang sudah sampai," kata Guntur saat dihubungi detikcom sekitar pukul 13.25 WIB.

Guntur menjelaskan, rombongan memang sempat hilang kontak. Selain masalah cuaca, ada masalah di sinyal ponsel. "Namanya saja pegunungan. Sinyalnya kadang hilang, kadang muncul," ungkapnya.

"Sudah fix< kok, sudah bisa komunikasi. Tim sedang menjemput dan memasok makanan dan minuman," tutup Guntur.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(try/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%