Selasa, 28/05/2013 09:18 WIB

Bejat! Guru SD Berbuat Mesum terhadap 16 Murid Perempuan

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Ilustrasi
Beijing - Sungguh keterlaluan! Seorang guru Sekolah Dasar (SD) di China tega berbuat mesum terhadap murid-murid perempuannya. Total ada 16 murid perempuan yang berusia antara 7-13 tahun yang menjadi korban kelakuan bejat guru ini.

Guru bernama Yang Shifu ini akhirnya ditangkap kepolisian setempat. Pria berusia 56 tahun ini sudah bekerja sebagai guru SD di Douchengou, Nanyang, China selama 30 tahun terakhir.

Demikian seperti dilansir The Star dan China Daily, Selasa (28/5/2013).

Hasil pemeriksaan medis terhadap para korban menunjukkan adanya tindak kekerasan seksual. Yang mengerikan, lapisan selaput dara pada 9 korban diketahui telah sobek. Sedangkan 7 korban lainnya mengalami luka-luka di bagian alat vital.

Kepolisian provinsi Henan menuturkan, tindak pencabulan Yang ini sudah berlangsung sejak tahun 2012 lalu. Dengan dalih ingin membahas pekerjaan rumah, Yang sengaja memanggil korban-korbannya untuk menemuinya saat jam istirahat sekolah. Pada saat itulah, Yang melakukan aksi bejatnya.

Aksi Yang ini terbongkar saat beberapa murid laki-laki memergoki aksinya di dalam kelas dan melapor kepada orangtua masing-masing. Para orangtua yang merasa khawatir kemudian melapor ke polisi.

Dampak dari kasus ini, kepala sekolah di SD tempat Yang mengajar dipecat. Untuk sementara, ada pejabat sementara kepala sekolah yang bernama Xu Haitao.

"Yang sebenarnya tinggal memiliki waktu 4 tahun sebelum dia pensiun," ucap Xu kepada media setempat. Sekolah ini terletak di wilayah terpencil di Provinsi Henan dan hanya memiliki 68 murid, sekitar 37 orang di antaranya murid perempuan.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(nvc/ita)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
0%
Kontra
100%