Detik.com News
Detik.com
Selasa, 28/05/2013 06:36 WIB

Sang Ketua, dari Servis Sofa hingga Penjara

M. Rizal - detikNews
Sang Ketua, dari Servis Sofa hingga Penjara
Jakarta - Dua sofa berwarna cokelat kehitaman menjadi saksi sejarah jatuh bangunnya Luthfi Hasan Ishaaq. Dua sofa itu teronggok di ruang tamu rumah Yusuf Supendi, orang yang pernah dianggap guru oleh mantan Presiden PKS itu.

Dulu, sofa itu hampir hancur karena dimakan usia. Namun tangan cekatan Luthfi membereskannya hingga kembali tampak baru. Waktu itu, sekitar awal 1990-an, Luthfi memang membuka usaha servis jok sofa untuk menghidupi keluarganya.

Dia pernah betulin seperangkat kursi tua saya. Itu masih ada kursinya, ujar Yusuf saat ditemui di rumahnya, Jalan Lapan V No. 28 RT 12 RW 01 Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Zaman susah Luthfi terekam dalam sofa itu. Masa itu Luthfi memang harus melakukan upaya apa pun untuk menghidupi anak dan istrinya. Kuliahnya di Arab Saudi gagal. Ia pergi ke Universitas Imam Muhammad bin Saud Arab Saudi kisaran tahun 1984. Dua tahun kemudian, ia di drop out (DO) dan terpaksa pulang ke tanah air. Tanpa ijazah ia pun hidup luntang lantung tanpa pekerjaan.

***

Tulisan lengkap Sang Ketua, dari Servis Sofa hingga Penjara bisa dibaca GRATIS di edisi terbaru Majalah Detik (edisi 78, 27 Mei 2013). Edisi ini mengupas tuntas kasus Luthfi Hasan Ishaaq dengan tema Pustun Luthfi. Juga ikuti artikel lainnya yang tidak kalah menarik seperti rubrik Nasional Ketika Raja Yogya Tak Boleh Bergelar, Kriminal Tragedi Hilangnya Burung Muhyi, Ekonomi Rp2 Ribu Triliun Utang Kita, Berita Komik iPad di Sel Sukamiskin, Gaya Hidup Kontroversi Mastektomi Jolie, rubrik Seni Hiburan dan review film Reluctant Fundamentalist, WKWKWK Pengedar Sabu Sangar Sesenggukan, serta masih banyak artikel menarik lainnya.

Untuk aplikasinya bisa di-download diapps.detik.comdan versi pdf bisa di-download diwww.majalahdetik.com. Gratis, selamat menikmati!!


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(iy/iy)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Laporan Khusus Terbaru Indeks Laporan Khusus ยป
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%