detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Rabu, 16/04/2014 11:34 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 28/05/2013 06:36 WIB

Sang Ketua, dari Servis Sofa hingga Penjara

M. Rizal - detikNews
Jakarta - Dua sofa berwarna cokelat kehitaman menjadi saksi sejarah jatuh bangunnya Luthfi Hasan Ishaaq. Dua sofa itu teronggok di ruang tamu rumah Yusuf Supendi, orang yang pernah dianggap guru oleh mantan Presiden PKS itu.

Dulu, sofa itu hampir hancur karena dimakan usia. Namun tangan cekatan Luthfi membereskannya hingga kembali tampak baru. Waktu itu, sekitar awal 1990-an, Luthfi memang membuka usaha servis jok sofa untuk menghidupi keluarganya.

“Dia pernah betulin seperangkat kursi tua saya. Itu masih ada kursinya,” ujar Yusuf saat ditemui di rumahnya, Jalan Lapan V No. 28 RT 12 RW 01 Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Zaman susah Luthfi terekam dalam sofa itu. Masa itu Luthfi memang harus melakukan upaya apa pun untuk menghidupi anak dan istrinya. Kuliahnya di Arab Saudi gagal. Ia pergi ke Universitas Imam Muhammad bin Saud Arab Saudi kisaran tahun 1984. Dua tahun kemudian, ia di drop out (DO) dan terpaksa pulang ke tanah air. Tanpa ijazah ia pun hidup luntang lantung tanpa pekerjaan.

***

Tulisan lengkap Sang Ketua, dari Servis Sofa hingga Penjara bisa dibaca GRATIS di edisi terbaru Majalah Detik (edisi 78, 27 Mei 2013). Edisi ini mengupas tuntas kasus Luthfi Hasan Ishaaq dengan tema Pustun Luthfi. Juga ikuti artikel lainnya yang tidak kalah menarik seperti rubrik Nasional ‘Ketika Raja Yogya Tak Boleh Bergelar, Kriminal Tragedi Hilangnya ‘Burung’ Muhyi, Ekonomi ‘Rp2 Ribu Triliun Utang Kita, Berita Komik iPad di Sel Sukamiskin’, Gaya Hidup Kontroversi Mastektomi Jolie’, rubrik Seni Hiburan dan review film Reluctant Fundamentalist’, WKWKWK ‘Pengedar Sabu Sangar Sesenggukan’, serta masih banyak artikel menarik lainnya.

Untuk aplikasinya bisa di-download diapps.detik.comdan versi pdf bisa di-download diwww.majalahdetik.com. Gratis, selamat menikmati!!


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(iy/iy)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Laporan Khusus Terbaru Indeks Laporan Khusus ยป
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%