detikcom
Senin, 27/05/2013 18:12 WIB

KPK Lantik 2 Penasihat, Kabiro Hukum dan Direktur Litbang

Fajar Pratama - detikNews
Jakarta - KPK resmi memiliki dua penasihat baru. Mohammad Mu’tashim Billah dan Suwarsono yang sebelumnya telah terpilih, dilantik pada sore ini.

Acara pelantikan dan pembacaan sumpah dipimpin langsung oleh Ketua KPK Abraham Samad di ruang auditorium KPK, Senin (27/5/2013). Keluarga dari MM Billah dan Suwarsono, serta jajaran pimpinan KPK turut hadir.

Pada waktu bersamaan dan di tempat yang sama Ketua Abraham Samad juga melantik dua pejabat struktural KPK. Yakni Roni Dwi Susanto sebagai Direktur Penelitian dan Pengembangan dan Chatarina Muliana Girsang sebagai Kepala Biro Hukum.

Dalam sambutannya, Abraham Samad menekankan pentingnya posisi penasihat di KPK. Pria asal Makassar ini siap bekerja sama dengan MM Billah dan Suwarsono.

"Kami menunggu sejumlah aksi nyata saudara dalam upaya pembernatasan tindak pidana korupsi," ujar Abraham.

Usai dilantik, MM Billah menyatakan siap melakukan terobosan sebagai penasihat KPK. Mantan komisioner Komnas HAM ini menjamin tidak akan terpengaruh dengan tekanan politik dalam melaksanakan tugas.

“Buat kami tekanan politik tidak merupakan gangguan, anggap enteng saja tapi serius. Kalau sampai ada fitnah tentu itu yang harus kita lawan,” kata MM Billah.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(fjp/lh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
70%
Kontra
30%