Senin, 27/05/2013 14:12 WIB

Polisi Masih Dalami Penyebab Bunuh Diri Bripka Jeremia

E Mei Amelia R - detikNews
Jakarta - Kepolisian memastikan bahwa Bripka Jeremia Manurung (sebelumnya ditulis Jeremy) tewas dengan cara bunuh diri. Namun, apa motif penyidik Unit V Subdit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Kepolisian Daerah Metro Jaya ini masih menyisakan teka-teki dan tengah diselidiki.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Rikwanto mengatakan pihaknya akan mendalami penyebab alumni Lido angkatan 21 ini ke pihak keluarga dan juga teman-teman di satu kesatuannya.

"Ini masih pendalaman, kita biarkan keluarga berkabung dulu. Sambil berjalan kita cari sebab dan motivasi karena ke depan bisa juga tidak terjadi ke anggota lain," kata Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (27/5/2013).

Kematian Bripka Jeremi secara tragis ini sangat mengejutkan teman-teman, pimpinan dan utamanya keluarganya. Pasalnya, tidak ada pesan khusus yang ditinggalkan pria beranak satu ini, sebelum melakukan aksi bunuh diri dengan cara menembak kepalanya sendiri itu.

"Tidak ada pesan. Dicek di kantor tidak ada, di rumah juga tidak ada, keluarga juga normal saja," kata Rikwanto.

Rikwanto mengatakan, menurut penuturan keluarga, Jeremi tidak mengalami masalah keluarga. Bahkan di lingkungan kerja, Jeremi selalu menjadi leader bagi teman-temannya.

"Tidak ada masalah keluarga. Yang jelas Jeremi ini adalah motor di lingkungan tugasnya. Dia bukan kanit tapi kadang disebut kanit juga karena kadang kala dia mampu memimpin anggota lain untuk membagi-bagi tugas, dia jadi leader dan bertanggung jawab atas tugas-tugas yang dibebankan kepadanya," jelas Rikwanto.

Penyidik Jatanras Polda Metro Jaya telah mengambil sejumlah barang milik Jeremi seperti mobil, laptot dan printer, di TKP di Jalan Kusen, Pulogadung, Jakarta Timur, tempo hari lalu. Barang-barang tersebut akan dianalisa penyidik untuk mengetahui penyebab bunuh diri pria berusia 31 tahun itu.

"Itu prosedur standar, olah TKP kita kaitkan dengan mobilitas, barang kali bisa jadi petunjuk. Untuk analisa itu dilakukan oleh internal untuk berjalan," ujar dia.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(mei/rmd)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
89%
Kontra
11%