Detik.com News
Detik.com
Senin, 27/05/2013 06:22 WIB

Perbaikan Jalan Amblas, Tol Cikampek Arah Jakarta Makin Macet

Sukma Indah Permana - detikNews
Perbaikan Jalan Amblas, Tol Cikampek Arah Jakarta Makin Macet (dok detikFoto-ilustrasi)
Jakarta - Kemacetan akibat proyek perbaikan jalan amblas di KM 47 Tol Karawang Barat semakin panjang, yang dilakukan sejak semalam belum rampung. Kemacetan panjang pun tak terhindarkan.

Arus lalu lintas Tol Cikampek arah Jakarta padat merayap mulai dari KM 55.

"Tol Cikampek arah ke Jakarta lalin padat merayap mulai dari KM 55," ujar Petugas TMC, Briptu Harlem kepada detikcom, Senin (27/5/2013).

Jalan amblas sedalam 15-20 cm tersebut kini masih dalam proses perbaikan. Untuk itu, pengguna jalan diimbau untuk berhati-hati.

Antrean yang semakin pagi semakin panjang ini kini telah ditangani oleh petugas. Rata-rata kecepatan kendaraan hanya 10 km/jam.

"Antrean memang bertambah. Tapi kami selalu memantau karena pekerjaan memakan bahu jalan," lanjutnya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(sip/rvk)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%