Detik.com News
Detik.com
Minggu, 26/05/2013 15:51 WIB

Pilgub Bali

Jago Kalah Tipis, PDIP Gugat Hasil Pilgub Bali ke MK

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jago Kalah Tipis, PDIP Gugat Hasil Pilgub Bali ke MK
Jakarta - Pasangan cagub Bali Puspayoga-Sukrawan yang diusung PDIP kalah. PDIP pun mengajukan gugatan ke MK.

"Apapun partai akan protes. Kalau Polri bisa kerahkan 9.000 pasukan jelang Minggu tenang ke Bali, saatnya sekarang PDIP bisa kerahkan lebih darai itu dan akan terus apel siaga menolak keputusan KPU yang tidak jujur," kata Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo, kepada detikcom, Minggu (26/5/2013).

PDIP mengaku punya bukti kuat kecurangan Pilgub Bali. Apel Satgas kader PDIP akan digelar sampai keputusan MK keluar.

"Kita akan ajukan gugatan ke MK dan DKPP. Dan kami terus mempertanyakan apa alasann pada minggu tenang Polri mengerahkan Brimob," tegasnnya.

Ketegangan sempat mewarnai sidang pleno rekapitulasi suara Pilgub Bali. Seorang saksi dari PDIP membuat kericuhan sehingga diusir dari rapat pleno. Rapat pleno rekapitulasi hasil perolehan suara Pilgub digelar di kantor KPUD Bali, Jl Tjokorda Agung Tresna, Denpasar, pukul 10.00 WITA, Minggu (26/5/2013).

Saksi PDIP yang diusir adalah Arteria Dahlan. Ia berulah dengan berulang kali mengganggu proses perhitungan suara. Oleh Ketua KPUD Bali Ketut Lanang Perbawa Sukawati, ia diusir keluar ruangan.

Setelah mereda, rapat pleno dilanjutkan. Hasilnya, jago PDIP kalah. Pastika-Sudikerta (Partai Demokrat-Partai Golkar) mendapatkan suara sebanyak 1.063.734, sedangkan Puspayoga-Sukrawan mendapatkan 1.062.738 suara. Selisih 996 suara.



Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(van/mad)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%