Minggu, 26/05/2013 10:24 WIB

Pilgub Jateng

Cawagub Heru Tak Peduli Perolehan Suara: Yang Penting Menang

Arbi Anugrah - detikNews
Foto: Arbi Anugrah/detikcom
Purbalingga - Cawagub Jateng yang diusung PDIP, Heru Sudjatmoko, mencoblos di tempat kelahirannya, Purbalingga. Dia berharap menang, berapapun hasilnya.

Heru mencoblos di TPS 10, Purbalingga Lor, Purbalingga. Bupati Purbalingga ini ditemani istri dan anak-anaknya.

"Berapapun hasilnya, yang penting diberi kemenangan," kata Heru usai mencoblos, Minggu (26/5/2013).

Heru mengaku sudah bekerja keras, meyakinkan masyarakat untuk memilih. Di luar itu, ia menyerahkan semua kepada Tuhan. "Yang jelas, siapapun yang terpilih saya harap bisa membawa aspirasi masyarakat Jawa Tengah," katanya.

Heru mencoblos sekitar pukul 09.00 WIB. "Pak Heru terdaftar bersama 4 orang anggota keluarganya," kata Ketua KPPS TPS 10, Farhan.

Pasangan Heru, Ganjar Pranowo, tak bisa mencoblos karena tak memiliki hak pilih. Ia hanya mengantar ayahnya mencoblos di NGaglik, Kutoarjo.

Hari ini, sebanyak 27 juta warga Jateng menggunakan hak suaranya dalam pemilihan gubernur periode 2013-2018. Ada 3 pasangan calon, yakni Bibit Waluyo-Sudijono Sastroatmodjo (Partai Demokrat, Partai Golkar, dan PAN), Hadi Prabowo-Don Murdono (PKS, PKB, PPP, PKNU, Partai Gerindra, Partai Hanura), dan Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko (PDIP).


(arb/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
82%
Kontra
18%