Detik.com News
Detik.com

Minggu, 26/05/2013 08:39 WIB

Setelah Ujian Nasional, Apa Lagi?

Sulton Kamal - detikNews
Halaman 1 dari 5
Setelah Ujian Nasional, Apa Lagi?
Jakarta - Cerita tentang ujian nasional (UN) mungkin sudah berlalu, seiring dengan berakhirnya waktu pelaksanaan (SMA 18 April, SMP 25 April, dan SD 8 Mei).

Ujian yang oleh sebagian peserta didik dan orang tua masih saja dirasakan sebagai sesuatu yang mengkhawatirkan, kalaupun masih menyisakan cerita, tentu yang semua orang tahu tentang "kisruh" keterlambatan pelaksanaan UN SMA di beberapa tempat di kawasan Indonesia bagian timur.

Semoga kedepan pelaksanaan UN, bukanlah menjadi peristiwa yang rutin seremonial belaka sehingga para penanggungjawab pelaksana "hajatan" pendidikan nasional ini berpuas hati dengan apa yang sudah dicapai.

walaupun menyisakan berbagai persoalan disana-sini, padahal evaluasi perbaikan dan penyempurnaan terhadap pelaksanaannya sangat diharapkan dari tahun ke tahun.

Dari pelaksanaan UN yang beberapa waktu lalu berlangsung, kita harus mengakui adanya upaya dan niat baik pemerintah (Kemdikbud) untuk mendapatkan hasil ujian yang kredibel.

Hal ini dibuktikan dengan dilibatkannya perguruan tinggi dalam pengawasan dan pembuatan soal, serta penyiapan variasi soal sampai 20 paket yang ditandai barcode.

Juga adanya pengakuan dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang akan menjadikan hasil Ujian Nasional (Setelah ditambah dengan nilai rapor semester 1-5) sebagai kayu ukur peserta didik Sekolah Menengah Atas (SMA) masuk Perguruan Tinggi Negeri.Next

Halaman 1 2 3 4 5

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(wwn/wwn)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Opini Terbaru Indeks Opini ยป
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%