detikcom
Minggu, 26/05/2013 05:35 WIB

Janda Pelaku Bom Bunuh Diri Pernah Menikah dengan Anggota Militan

Ferdinan - detikNews
bbc.co.uk
Dagestan, - Pelaku bom bunuh diri meledakkan dirinya di Makhachkala, Dagestan, Rusia. Pelaku yang diketahui janda bernama Madina Aliyeva menjadikan polisi sebagai sasaran.

Akibat bom bunuh diri 15 orang termasuk 5 polisi dilaporkan terluka. Satu polisi dalam kondisi kritis.

Kantor Berita Rusia sebagaimana dilansir BBC, Sabtu (25/5/2013), menyebut pelaku diketahui mendekati polisi lalu lintas di dekat Kementerian Dalam Negeri Dagestan .

Pelaku bom bunuh diri diduga pernah menikah dengan anggota militan. Kepada kantor berita Interfax, seorang sumber menyebut suami pertama Aliyeva dibunuh pada tahun 2009, sedangkan suaminya yang kedua terbunuh pada tahun 2012.

"Dia (pelaku) telah diidentifikasi sebagai Madina Aliyeva, seorang janda. Dua suaminya sebelumnya juga tewas sebagai anggota kelompok militan," kata Juru Bicara Presiden Dagestan Magomedbek Akhmedov.

Pemerintah Rusia menyatakan tengah mempersiapkan membawa sejumlah korban ke Moskow untuk menjalani perawatan medis.



Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(fdn/rna)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 02/10/2014 14:12 WIB
    Ridwan Hasan Saputra: Matematika Sulit, Itu Fitnah
    Gb Pekan lalu, media sosial dihebohkan menyusul kabar tentang tugas matematika seorang siswa sekolah dasar bernama Habibi, yang mendapat nilai merah dari gurunya. Habibi disalahkan sang guru karena menuliskan bahwa 4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4 = 4x6, bukan 6x4.
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
59%
Kontra
41%