detikcom
Sabtu, 25/05/2013 22:16 WIB

Tak Hadiri Rapat Timwas Century di DPR, Ini Jawaban KPK

Ikhwanul Khabibi - detikNews
Jakarta - Rapat Tim Pengawas (Timwas) Century DPR yang sedianya digelar pada Rabu (22/5) lalu akhirnya ditunda karena ketidakhadiran pihak KPK. KPK menyatakan siap hadir seandainya DPR tidak menghadirkan pejabat Bank Indonesia.

"Jadi begini, karena Timwas panggil juga pejabat BI yang juga kita periksa. Seandainya saja tidak disertakan pejabat BI, KPK akan datang," kata Ketua KPK, Abraham Samad, di Sukabumi, Sabtu (25/5/2013).

Menurut Abraham, KPK tidak boleh bertemu dengan orang yang mereka periksa di hadapan publik, apalagi sampai dikonfrontir.

"Dalam kode etik kita tidak boleh bertemu dengan orang yang kita periksa. Nah DPR ini mau konfrontir KPK dengan pejabat BI yang kita periksa," ujar Abraham.

Rapat Timwas akhirnya ditunda hingga tanggal 29 Mei 2013. Anggota Timwas Bambang Soesatyo pernah menyatakan, KPK meminta waktu untuk menyampaikan perkembangan penyidikan yang mereka lakukan.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(rna/fdn)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%