Detik.com News
Detik.com
Sabtu, 25/05/2013 21:37 WIB

Terseret Ombak, 9 Remaja Tewas di Minahasa

Asrar Yusuf - detikNews
Manado, - Sembilan remaja tewas terseret gelombang pasang di Pantai Tulap, Kecamatan Kombi, Minahasa, Sulut. Satu remaja lainnya kritis.

Kapolres Minahasa AKBP Henny Posumah mengatakan, kesembilan remaja itu tengah mengikuti ibadah tamasya Pemuda dan Remaja GMIM Sentrum Liningaan Tondano.

"Mereka diterjang gelombang pasang saat sedang mandi usai ibadah," ujar Posumah melalui pesan singkat, Sabtu (25/5/2013) malam.

Saat gelombang tinggi menerjang, ada 12 orang yang terseret. Dua orang berhasil menyelamatkan diri dan berenang ke tepi pantai.

"Pada proses pencarian, 9 ditemukan sudah tidak bernyawa, sedangkan satu orang kritis. Semuanya langsung dilarikan ke rumah sakit Gunung Maria dan Bethesda di Kota Tomohon," terang Posumah.

Korban tewas dan kritis yang berada di RS Gunung Maria dan Bethesda Tomohon adalah Anggie Tengkel, Bella Surentu, Valdo Surentu, Dandy Wuisang, Della Waney, Pingkan Mentu,Andre Tumengkol (kritis), Jenifer Alexander dan Resky Chandra.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(fdn/fdn)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%