detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 01:04 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Sabtu, 25/05/2013 16:26 WIB

NN Buang Helm dan Cutter Pemotong Kelamin Abdul di Jalanan

Rini Friastuti - detikNews
Jakarta - NN (22) pulang ke rumah setelah nekat memotong kelamin Abdul Muhyi (21). Ia lalu membuang helm dan cutter pemotong kelamin Abdul di jalanan.

"Di jalan," kata NN tanpa menyebut rinci jalanan yang dimaksudnya.

Hal ini disampaikan NN seperti tertuang dalam dokumen yang diperoleh detikcom, Sabtu (25/5/2013).

NN membuang barang bukti itu setelah turun dari angkutan kota. ""Waktu saya habis naik angkot, terus turun, di sana saya buang, sama helm juga," ujar NN.

NN ditangkap di rumahnya Jalan Raya Kosambi Timur, Kelurahan Cengklong, Kosambi, Tangerang pada Senin 20 Mei siang hari. Dia ditahan di Polsek Pamulang. Kini, Abdul harus buang air kecil menggunakan selang. Alat reproduksinya pun terganggu.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(aan/ndr)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%