Sabtu, 25/05/2013 01:11 WIB

Nekat! Perempuan Ini Interupsi Pidato Presiden AS Barack Obama

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Medae Benjamin (foto: Reuters/Larry Dawning)
Washington - Presiden AS, Barrack Obama memberi sambutan pada National Defence University, Washington. Di sela sambutan tersebut, Presiden Barrack Obama diinterupsi oleh pendiri gerakan wanita anti perang, Code Pink, Medea Benjamin.

Dilansir dari Reuters, Sabtu (25/5/2013), aktivitas Code Pink telah muncul sejak setahun lalu dalam setiap kegiatan yang berhubungan dengan kebijakan perang di masa pemerintahan Bush.

"Anda adalah pemimpin Kami, tutup Penjara Teluk Guantanamo!" teriak Benjamin menyela pidato Presiden Barrack Obama pada Kamis (23/5) kemarin lusa.

"Kenapa Anda tidak duduk dan Saya akan jelaskan kepada Anda apa yang akan Saya lakukan. Biarkan Saya menyelesaikan kalimat Saya," balas Obama.

Kemudian Obama melanjutkan pidatonya, dia memerintahkan kepada Kongres untuk membatasi transfer tahanan dan melanjutkan pembahasan lain untuk proses menuju penutupan penjara. Ia pun mengatakan bahwa Ia membawa moratorium transfer tahanan ke Yaman.

"Bebaskan mereka sekarang! Ini sudah 11 tahun!" teriak Benjamin kembali menginterupsi.

"Biarkan Saya menyelesaikan pidato Saya. Ini bagian dari pidato bebas. Anda boleh berbicara, Saya mendengarkan, begitu pula dengan Saya dapat berbicara," jawab Obama.

Obama baru melanjutkan sedikit pidatonya tetapi kemudian Benjamin kembali menginterupsi untuk meminta penjelasan mengenai remaja yang terbunuh oleh Pasukan pesawat tanpa awak (drone) Amerika Serikat.

"Dapatkah Anda menarik pasukan Drone dari CIA? Dapatkah Anda memberhentikan perjanjian penyerangan?" tanya Benjamin. Pada saat mempertanyakan hal inilah petugas keamanan membawa Benjamin keluar ruangan. Saat dibawa keluar ruangan pun Benjamin tetap berteriak, "Aku cinta Negaraku! Aku cinta hukum! Tapi program pasukan Drone telah membuat warga Guantanamo merasa tidak aman!"

(trq/trq)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
40%
Kontra
60%