Detik.com News
Detik.com
Sabtu, 25/05/2013 00:19 WIB

Angka Kelulusan SMK di Semarang Menurun

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Angka Kelulusan SMK di Semarang Menurun Ilustrasi perayaan siswa lulus UN (Foto: Angling/detikcom)
Semarang - Pengumuman hasil Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/SMK/MA (Madrasah Aliyah) sudah disampaikan ke siswa. Di Semarang angka kelulusan untuk SMA dan MA mengalami peningkatan, namun untuk SMK mengalami penurunan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin mengatakan, tahun 2012 lalu angka kelulusan SMA dan MA sebesar 99,86 persen, sedangkan tahun ini mencapai 99,96 persen.

"Alhamdulillah meningkat," kata Bunyamin di kantornya, Jl Wahidin Semarang, Jumat (24/5/2013).

Lebih rinci Bunyamin mengatakan, untuk jurusan IPA baik SMA maupun MA, angka kelulusan mencapai 100 persen, begitu pula untuk jurusan Bahasa juga mencapai 100 persen. sedangkan untuk jurusan IPS di SMA sebesar 99,90 persen dan MA 99,89 persen.

"Untuk MA Keagamaan juga 100 persen," tandasnya.

Meski demikian, untuk SMK, Bunyamin mengakui ada penurunan tingkat kelulusan. Tahun 2012 lalu, dari 10.655 siswa SMK sebanyak 99,92 persen dinyatakan tidak lulus, sedangkan tahun ini menjadi 99,59 persen dari 10.934 siswa.

"UN tahun lalu sebanyak sembilan siswa SMK tidak lulus, tahun ini 45 siswa," ujar Bunyamin.

Pengumuman kelulusan dilakukan pukul 15.00 WIB tadi lewat web sekolah masing-masing atau mengirim surat ke alamat siswa. Sedangkan untuk siswa yang tidak lulus, pihak sekolah memberi pemberitahuan kepada orang tua untuk datang ke sekolah.

"Yang jelas, kami larang menempelkan pengumuman," tegasnya.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(alg/trq)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%