detikcom
Jumat, 24/05/2013 21:08 WIB

Kenangan Terakhir Istri Bersama Bripka Jeremy

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Jakarta - Bripka Jeremy Manurung ditemukan tewas bersimbah darah di kamarnya di kawasan Pulogadung Jakarta Timur. Sebelum meninggal, Jeremy sempat bercanda dengan sang istri, Yuliana.

Hal tersebut diceritakan oleh tetangga Yuliana, Kessinger Tambuan.

"Saya sempat bercanda sama dia, tapi kok malah begini jadinya?" kata Kettinger menirukan ucapan Yuli.

Usai bercanda dengan sang suami lantas Yuliana ke kamar, dia bersiap-siap untuk menjemput anaknya.

"Abis itu saya ke kamar, terus saya jemput anak saya ke sekolah," cerita kettinger.

Menurut Kettinger, Yuliana tidak memiliki firasat apapun atas kematian suaminya yang mendadak ini. Tragedi ini meninggalkan kesedihan yang mendalam.

"Yuliana tidak berhenti menangis, dia shcok. Tidak ada firasat apa-apa katanya,' ucap Kettinger.

Informasi dikumpulkan wartawan, Jeremy melakukan aksi bunuh diri itu sekitar pukul 13.30 WIB, di rumahnya di Jalan Kusen, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur. Belum diketahui penyebab pasti almarhum melakukan bunuh diri itu.

Pria kelahiran 19 April 1982 itu tewas dengan luka tembak di kepalanya. Alumni Lido angkatan ke 21 ini meninggalkan seorang istri dan seorang putri.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(slm/trq)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%