Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, aksi bunuh diri itu dilakukan sekitar pukul 13.30 WIB. Sebelum terjadi peristiwa tragis itu, alumni Lido angkatan 21 itu masih kerja di kantor bersama rekannya.
Berikut aksi bunuh diri Bripka Jeremmy secara kronologis berdasarkan keterangan Kombes Rikwanto:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pagi hari sebelum tragedi itu terjadi, Bripa Jeremmy masih bekerja seperti biasa. Dia pulang ke rumah pukul 10.00 WIB.
"Dia pulang ke rumah tadi pagi pukul 10.00 WIB," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Jumat (24/5/2013).
Sesampainya di rumah korban di Jl Kusen, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, menurut keterangan istrinya, korban langsung masuk kamar dan mengunci diri.
"Korban tidak mau buka pintu saat itu dan kemudian istri korban kemudian pergi menjemput anaknya pulang sekolah," kata dia.
Pukul 13.30 WIB
Sekembalinya istrinya dari sekolah anaknya sekitar pukul 13.30 WIB, korban masih mengunci diri. Pintu dan jendela tertutup rapat.
"Istrinya mengetuk-ketuk pintu tetapi tidak dibuka dan tidak ada jawaban," kata dia.
Istri korban lalu memanggil mertuanya yang tinggal tidak jauh dari TKP. Istri dan ayah korban kemudian membuka pintu dengan linggis.
"Begitu pintu kamar dibuka, didapati korban sudah tergeletak tidak bernyawa dengan kepala berdarah dan pistol ada di TKP," kata Rikwanto. Kemudian jenazah korban dibawa ke rumah sakit.
Pukul 17.30 WIB
Tim identifikasi Polda Metro Jaya tiba di lokasi. Rikwanto mengatakan, pihaknya masih menyelidiki motif bunuh diri korban. Dugaan sementara, korban bunuh diri lantaran stress.
(mei/tor)











































