detikcom
Jumat, 24/05/2013 18:54 WIB

Konvoi Kelulusan UN di Semarang Dirazia, Siswa Ditahan di Taman Bermain

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Halaman 1 dari 2
Foto: Angling Adhitya P/detikcom
Semarang - Aksi konvoi kelulusan pelajar SMA/SMK di Semarang ditertibkan polisi. Mereka sempat dikurung di halaman parkir sebuah taman bermain di Jalan Sriwijaya.

Salah satu siswa SMAN 11 Semarang, Ferdian mengatakan, sekitar pukul 15.00 ia beserta teman-temannya dan siswa sekolah lain berkumpul di halaman parkir tersebut untuk beristirahat setelah berkeliling Semarang. Tiba-tiba petugas kepolisian datang dan menutup pagar halaman parkir sehingga mereka terkurung di dalam.

"Tadi kami cuma nongkrong, tiba-tiba pagarnya ditutup," kata Ferdian di Jl Sriwijaya, Semarang, Jumat (24/5/2013).

Setelah itu, polisi berjaga di luar gerbang dan menyuruh rombongan konvoi siswa yang melintas untuk masuk juga ke halaman parkir. Siswa lain, Anggada menambahkan dia dan teman-temannya dikurung sekitar dua jam.

"Tadi saya lewat terus disuruh masuk dulu sama polisi," tandas siswa SMAN 11 Semarang ini.

Lalu sekitar pukul 17.00, satu persatu siswa diperbolehkan keluar dari halaman parkir setelah diperiksa surat-surat dan kelengkapan kendaraannya. Terlihat sejumlah siswa yang tidak mengenakan helm maupun yang tidak membawa surat penting ditilang petugas.

"Motor saya masih ada di dalam, tapi surat-surat saya komplit," imbuh Anggada.Next

Halaman 1 2

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(alg/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%