detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 06:12 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 24/05/2013 18:47 WIB

Sidang Irjen Djoko

Sukotjo Diperintahkan Budi Susanto dan Teddy Gelembungkan Harga Simulator

Fajar Pratama - detikNews
Jakarta - Dakwaan KPK mengenai adanya penggelembungan dalam prodyek Simulator SIM, diperkuat oleh pernyataan Dirut PT ITI Sukotjo Bambang. Sukotjo menyebut dia diperintahkan oleh pengusaha Budi Susanto dan Ketua Panitia Lelang AKBP Teddy Rusmawan untuk menggelembungkan harga.

"Saya terima pesan dari Budi dan Teddy, harga HPS untuk R2 Rp 80 juta per unit sedangkan untuk R4 Rp 260 juta," kata Sukotjo di PN Tipikor, Jumat (24/5/2013).

Menurut Sukotjo saat itu Budi dan Teddy menyatakan, harga tersebut merupakan permintaan dari Irjen Djoko. Saat itu jenderal bintang dua tersebut menjabat sebagai Kakorlantas.

"Menurut mereka itu kesepakatan dengan Djoko Susilo," kata Sukotjo.

Ketua Majelis Hakim Suhartoyo lantas menanyakan apakah Sukotjo mengkonfirmasi ke Irjen Djoko mengenai permintaan itu. "Tidak pernah yang mulia. Itu berdasarkan pernyataan Teddy dan Budi saja," kata Sukotjo.

Padahal sebenarnya, dalam harga komponen Simulator tersebut jauh di bahwa harga tersebut di atas.

"Untuk R2 harga fair Rp 50 juta. Sedangkan R4 50 juta jadi Rp 258 juta," kata Sukotjo.

Akibat penggelembungan tersebut, terjadi kerugian negara. Dari total proyek Rp 196 miliar, Rp 144 miliar di antaranya menguap.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(fjp/mad)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%