detikcom
Jumat, 24/05/2013 18:47 WIB

Sidang Irjen Djoko

Sukotjo Diperintahkan Budi Susanto dan Teddy Gelembungkan Harga Simulator

Fajar Pratama - detikNews
Jakarta - Dakwaan KPK mengenai adanya penggelembungan dalam prodyek Simulator SIM, diperkuat oleh pernyataan Dirut PT ITI Sukotjo Bambang. Sukotjo menyebut dia diperintahkan oleh pengusaha Budi Susanto dan Ketua Panitia Lelang AKBP Teddy Rusmawan untuk menggelembungkan harga.

"Saya terima pesan dari Budi dan Teddy, harga HPS untuk R2 Rp 80 juta per unit sedangkan untuk R4 Rp 260 juta," kata Sukotjo di PN Tipikor, Jumat (24/5/2013).

Menurut Sukotjo saat itu Budi dan Teddy menyatakan, harga tersebut merupakan permintaan dari Irjen Djoko. Saat itu jenderal bintang dua tersebut menjabat sebagai Kakorlantas.

"Menurut mereka itu kesepakatan dengan Djoko Susilo," kata Sukotjo.

Ketua Majelis Hakim Suhartoyo lantas menanyakan apakah Sukotjo mengkonfirmasi ke Irjen Djoko mengenai permintaan itu. "Tidak pernah yang mulia. Itu berdasarkan pernyataan Teddy dan Budi saja," kata Sukotjo.

Padahal sebenarnya, dalam harga komponen Simulator tersebut jauh di bahwa harga tersebut di atas.

"Untuk R2 harga fair Rp 50 juta. Sedangkan R4 50 juta jadi Rp 258 juta," kata Sukotjo.

Akibat penggelembungan tersebut, terjadi kerugian negara. Dari total proyek Rp 196 miliar, Rp 144 miliar di antaranya menguap.

(fjp/mad)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
72%
Kontra
28%