Detik.com News
Detik.com
Jumat, 24/05/2013 17:42 WIB

2 Polisi Ditangkap Saat Pesta Narkoba di Labuhan Batu Sumut

Khairul Ikhwan - detikNews
Medan - Dua polisi ditangkap petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara (Sumut) dalam penggerebekan narkoba di Kabupaten Labuhan Batu. Turut diamankan dalam penangkapan 4 orang warga sipil lainnya.

Hingga Jumat (24/5/2013), 4 tersangka masih menjalani pemeriksaan di Mapolda Sumut, Jalan Medan - Tanjung Morawa, Medan. Sedangkan dua lainnya masih dibawa polisi untuk mengembangkan penyelidikan guna mengetahui jaringan pemasok narkoba tersebut.

Kedua polisi berinisial Brigadir TN dan Brigadir Fer. Mereka merupakan anggota Polres Labuhan Batu. Sedangkan empat tersangka lainnya masing-masing seorang perempuan dengan inisial IF, serta tiga pria yakni AH, CSN dan AK.

"Tes urine sudah dilakukan, dan sebagian di antaranya positif menggunakan narkoba," kata Direktur Resnarkoba Polda Sumut Kombes Toga H Panjaitan kepada wartawan.

Para tersangka ditangkap dalam penggerebekan di rumah Brigadir Fer di Kompleks Puri, Rantau Prapat, Kabupaten Labuhan Batu pada Rabu (22/5/2013) malam. Di sini petugas mengamankan tiga paket sabu-sabu seberat 1,66 gram berikut alat hisapnya. Turut diamankan juga sejumlah barang bukti lainnya termasuk telepon seluler.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(rul/try)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%