detikcom

Jumat, 24/05/2013 17:26 WIB

Anis Matta Orasi Berapi-api Tentang Optimisme Hadapi 'Badai' PKS

M Iqbal - detikNews
Jakarta - Anis Matta mengumpulkan sekitar 400 orang pengurus DPW se-Indonesia di Hotel Bidakara, Jakarta untuk membahas persiapan Pemilu. Dalam sambutannya Anis Matta berorasi tentang optimisme menghadapi 'badai' yang menerjang partai.

"Poin pertama yang diperlukan dalam perspektif semua ini adalah husnudzan lillah (berbaik sangka kepada Allah). Apapun peristiwa yang kita alami termasuk semua badai yang sekarang datang, harus tetap kita tafsirkan dalam konteks husnudzan lillah, bahwa Allah tidak mempunyai prasangka buruk kepada kita," kata Anis Matta lantang.

Hal itu disampaikan saat membuka acara Rapat Kerja DPP bersama seluruh DPW se-Indonesia di Hotel Bidakara, Pancoran, Jaksel, Jumat (24/5/2013).

Menurut Anis, dengan persepektif memandang sesuatu secara positif itulah yang akan bermuara kepada energi dan rasa percaya diri yang besar.

"Begitu kita hadapi satu peristiwa, pertanyaan kita adalah apa yang Allah inginkan dari peristiwa ini. Kemudian kita kembalikan pada sikap dasar tak ada keinginan buruk dari Allah dibalik semua peristiwa yang kita alami," tuturnya yang sesekali dalam orasi itu diselingi kutipan hadist dan ayat al-Quran.

Anis kemudian menganalogikan badai yang menerjang PKS ini hanya fenomena alam yang disebut sebagai cuaca yang bisa dilalui, sementara pengetahuan manusia tidak bisa memastikan cuaca ini sampai kapan.

"Sekarang kita bisa mulai merasakan kenapa ilmu manusia tidak sampai pada derajat kepastian atas cuaca, karena ini ketentuan Allah SWT. Dia arahkan kemana saja dia suka, tapi tidak pasti benar karena Allah yang tentukan arahnya ke mana," lanjutnya. Beberapa kali orasinya disambut takbir oleh ratusan kader.

"Itu berarti waktu kita akan terbang dalam cuaca buruk, boleh jadi hanya di depan mata. Begitu melampaui ternyata tidak sama dengan yang ada di depan mata," ucap Anis.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(iqb/van)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
72%
Kontra
28%