detikcom
Senin, 27/05/2013 00:00 WIB

KPDT Gelar EXPO di Wakatobi

Advertorial - detikNews
Jakarta - Setelah sukses menggelar expo di Pantai Carocok Painan, Pesisir Selatan, Sumatera Barat, pada 15-17 April lalu, Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT) kembali menghelat KPDT Expo2013 yang ke-2 pada tahun ini di Lapangan Merdeka, Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

Gelaran tersebut rencananya akan dibuka oleh Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (Menteri PDT) Helmy Faishal Zaini pada 10 – 12 Juni 2013. Pemilihan Wakatobi sebagai tempat gelaran Expo kedua setelah Painan adalah karena Wakatobi merupakan salah satu daerah tertinggal yang dinamis dan relatif cepat dalam melakukan upaya pengentasan daerah tertinggal menjadi daerah yang setara dengan daerah maju.

Di sisi lain, pesona alam darat hingga bawah laut yang memang menjadi komoditas unggulan Kabupaten Wakatobi di sektor pariwisata ini menjadi satu pertimbangan penting. "Saya terpesona oleh keindahan alam Wakatobi yang bagaikan 'bocoran surga' yang sangat digandrungi wisatawan khususnya kalangan penyelam mancanegara. Dengan menggelar expo di Kabupaten Wakatobi, KPDT turut serta mempromosikan potensi wisata ini ke masyarakat kita sendiri," kata Menteri PDT helmy Faisha Zaini tentang pilihan Kabupaten yang sebagian besar wilayahnya terdiri atas lautan ini.

Wakatobi sendiri merupakan singkatan dari empat pulau yaitu Wangi Wangi, Kaleidupa, Tomia, dan Binongko yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Buton pada 2006. Luas Wilayah Kabupaten Wakatobi adalah 1,5 juta hektare di mana 97 adalah lautan dengan sisa 3 persen berupa daratan.

Ibu kota Wakatobi yaitu Wanci dapat ditempuh dengan dua cara, melalui laut dan udara. Dari Jakarta tersedia dua pilihan rute terbang. Bila ingin langsung menuju Wangi Wangi di mana Wanci berada, terdapat satu armada penerbangan langsung Jakarta - Kendari di pagi hari. Namun, ada juga pilihan dari Jakarta transit Makassar (Ujung Pandang) baru ganti pesawat kecil menuju Kendari.

Dari Bandara Haluoleo Kendari hanya ada satu pesawat Wings Air menuju Bandara Matohara, Wangi Wangi, dengan jadwal tiga kali seminggu yakni Senin, Rabu, dan Jumat dengan lama perjalanan sekitar 45 menit. Seiring dengan penyelenggaraan KPDT Expo di Wangi Wangi, Wings Air telah membuka jadwal baru di Hari Minggu.

Alternatif kedua, tersedia jadwal penerbangan dari Jakarta menuju Makassar, kemudian ganti pesawat lebih kecil menuju Bau Bau. Penerbangan ini ada setiap hari, namun dari Bau Bau – Wangi Wangi perjalanan dilanjutkan dengan kapal laut. Tersedia kapal reguler dan kapal cepat sebanyak dua kali sehari dengan lama perjalanan sekitar 3 jam jika kondisi laut sedang bersahabat.

Sebagai Kabupaten daerah tertinggal, nama Wakatobi sudah tak asing di kancah internasional. Hal tersebut tak lepas dari keunggulan Wakatobi yang secara geografis terletak di pusat segi tiga terumbu karang dunia. Tak pelak, UNESCO menetapkan kawasan tersebut sebagai Cagar Biosfir Bumi, karena alam bawah lautnya memiliki 750 jenis terumbu karang, 942 jenis ikan serta beragam jenis biota laut."Itu artinya Wakatobi saat ini bukan lagi hanya menjadi milik masyarakat Wakatobi, akan tetapi menjadi milik dunia," kata Bupati Wakatobi Hugua.

KPDT Expo

KPDT Expo telah diselenggarakan sejak 2009 oleh Humas KPDT. Awalnya penyelenggaraan KPDT Expo dilaksanakan di Jakarta di setiap akhir tahun dengan mengambil lokasi di pusat-pusat keramaian Jakarta. Penyelenggaraan KPDT Expo yang pertama dilaksanakan di Point Square, sebuah mal yang berdiri di kawasan Lebak Bulus, Jakarta. Kegiatan kedua pada 2010 diselenggarakan di Central Park di Jakarta Barat.

KPDT Expo mengusung konsep untuk memamerkan mutiara terpendam daerah tertinggal kepada khalayak ramai di Jakarta, di mana sebagai kota ibukota Jakarta merupakan tempat berkumpulnya semua orang dari berbagai kalangan. Dengan memamerkan potensi unggulan daerah tertinggal di Jakarta, KPDT berharap akan ada kalangan investor yang melihat pameran tersebut dan tertarik untuk mengembangkan potensi unggulan daerah (Prukab) di kabupaten daerah tertinggal dengan menanamkan investasinya, untuk turut serta membangun daerah tertinggal agar setara dengan daerah maju lainnya, yang tentu saja akan berujung kepada kesejahteraan bagi masyarakat di daerah tertinggal.

Namun, evaluasi yang dilakukan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Helmy Faishal Zaini menyimpulkan, kendati dua kegiatan tersebut dinilai sukses, lokasi penyelenggaraan dirasa kurang memberikan sentuhan langsung kepada masyarakat daerah tertinggal.

Berbekal evaluasi tersebut, KPDT Expo 2011 kemudian direncanakan untuk diselenggarakan di daerah tertinggal. "Dengan menyelenggarakan di daerah tertinggal maka biaya yang digunakan untuk penyelenggaraan acara tersebut dapat secara langsung ikut dinikmati oleh masyarakat daerah tertinggal," demikian alasan menteri termuda di Kabinet Indonesia Bersatu ini untuk memindahkan lokasi kegiatan KPDT Expo dari ibukota ke daerah tertinggal.

Hingga akhirnya Lombok Timur merasa siap dan bersedia menjadi lokasi pertama perhelatan KPDT Expo di daerahnya. Dan Pada Oktober 2011 digelar KPDT Expo di Lapangan Tugu Pendopo Kota Selong, Kabupaten Lombok Timur. KPDT Expo tahun berikutnya digelar di Pantai Waisai TerCinta (WTC) di Raja Ampat, Papua Barat. Kedua kegiatan tersebut berhasil memindahkan 'Pesta' kabupaten daerah tertinggal dari ibukota Jakarta ke jantung daerah tertinggal. "Manfaat bagi daerah lain yang megikuti kegiatan ini adalah mereka bisa belajar dan melihat langsung kemajuan daerah tertinggal yang lain di mana kegiatan expo digelar. Sehingga peserta bisa sekaligus melaksanakan studi banding dan saling berkompetisi dalam mencapai target kabupaten untuk terentaskan dari ketertinggalan," ungkap menteri PDT Helmy Faishal Zaini.

Pada 2013 ini KPDT Expo digelar di tiga kabupaten daeah tertinggal. Gelaran pertama telah diselenggarakan di Pantai Carocok Painan, Kabupaten Pesisir Selatan. Gelaran kedua di Lapangan Merdeka Wanci, Wangi Wangi Kabupaten Wakatobi, dan terakhir KPDT Expo bakal dihelat di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Ketiga kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Humas KPDT Expo yang menggadeng Event Organizer (EO) Lima Communication (PT Lima Karsa Kreasi Tama ) sebagai partner kerja KPDT.




(adv/adv)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Advertorial Lainnya Indeks Advertorial ยป
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%