Detik.com News
Detik.com
Jumat, 24/05/2013 15:13 WIB

Fahri Hamzah: Saya Nggak Kenal Fathanah

Danu Damarjati - detikNews
Fahri Hamzah: Saya Nggak Kenal Fathanah
Jakarta - Wasekjen PKS Fahri Hamzah heran dengan isu yang berkembang soal Ahmad Fathanah. Yang justru ramai pemberitaan soal perempuan. Dia menduga ada niatan tertentu pada PKS. Tapi, bagaimana dengan Fahri, apakah dia kenal Fathanah?

"Saya nggak tahu, nggak kenal," tegas Fahri saat ditemui wartawan di sela-sela rapat DPW PKS, di Hotel Bidakar, Jaksel, Jumat (24/5/2013).

Fahri menengarai, ramainya perempuan di kasus Fathanah dan Luthfi ini seperti festival KPK. "Nggak bener ini. Kenapa nama perempuan saja yang disebut. Ini kan jahat," imbuhnya.

Fahri mempersoalkan data transaksi Fathanah yang diungkap dan hanya perempuan saja. Padahal dia yakin data transaksi ada ribuan, tak hanya ke perempuan.

"Fathanah pinjam uang TPPU, Fathanah pesan tiket, TPPU. Kalau terus di-blackmail seperti itu terus politik bagaimana? Pertemanan gimana?" tutupnya.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(dnu/ndr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%