Detik.com News
Detik.com
Jumat, 24/05/2013 10:00 WIB

45 Perempuan Bertransaksi dengan Fathanah, Pengacara: Lihat Konteksnya

Fajar Pratama - detikNews
45 Perempuan Bertransaksi dengan Fathanah, Pengacara: Lihat Konteksnya
Jakarta - Beredar data mengenai 45 perempuan yang mendapatkan aliran dana dari Ahmad Fathanah, tersangka suap impor daging dan pencucian uang. Pihak Fathanah meminta data tersebut jangan dipercayai begitu saja.

"Kan harus dilihat dulu, uang itu diberikan dalam konteks apa," ujar pengacara Fathanah, M Rozi di kantor KPK, Jumat (24/5/2013).

Rozi hari ini hadir untuk mendampingi Fathanah yang diperiksa sebagai tersangka. Nama Rozi sempat disebut di persidangan karena pernah berbincang via telepon dengan Luthfi mengenai impor daging.

Rozi saat itu begitu sulit dikonfirmasi oleh wartawan. Dia memiliki alasan.

"Saya ada di luar negeri, tapi di persidangan selanjutnya saya pasti datang," kata Rozi.

Sebelumnya ada 45 nama perempuan yang bertransaksi dengan Fathanah. Nama itu tak hanya sebagai penerima dana, namun juga ada yang memberi uang ke Fathanah.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(fjp/mad)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Cegah Prostitusi, Pengelola Apartemen di Jakarta Harus Laporkan Penghuninya

Polisi membongkar praktik prostitusi di apartemen yang berawal dari pemesanan melalui forum di internet. Untuk mengantisipasi hal itu, Wagub DKI Djarot Saiful Hidayat meminta para pengelola apartemen harus memberikan data-data penghuninya. Bila Anda setuju dengan Wagub Djarot, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%