detikcom
Jumat, 24/05/2013 10:00 WIB

45 Perempuan Bertransaksi dengan Fathanah, Pengacara: Lihat Konteksnya

Fajar Pratama - detikNews
Jakarta - Beredar data mengenai 45 perempuan yang mendapatkan aliran dana dari Ahmad Fathanah, tersangka suap impor daging dan pencucian uang. Pihak Fathanah meminta data tersebut jangan dipercayai begitu saja.

"Kan harus dilihat dulu, uang itu diberikan dalam konteks apa," ujar pengacara Fathanah, M Rozi di kantor KPK, Jumat (24/5/2013).

Rozi hari ini hadir untuk mendampingi Fathanah yang diperiksa sebagai tersangka. Nama Rozi sempat disebut di persidangan karena pernah berbincang via telepon dengan Luthfi mengenai impor daging.

Rozi saat itu begitu sulit dikonfirmasi oleh wartawan. Dia memiliki alasan.

"Saya ada di luar negeri, tapi di persidangan selanjutnya saya pasti datang," kata Rozi.

Sebelumnya ada 45 nama perempuan yang bertransaksi dengan Fathanah. Nama itu tak hanya sebagai penerima dana, namun juga ada yang memberi uang ke Fathanah.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(fjp/mad)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%