Jumat, 24/05/2013 07:51 WIB

KRL Commuter Line Tarif Progresif, Kalau Stasiun Tujuan Terlewati?

Moksa Hutasoit - detikNews
Jakarta - Tarif KRL Commuter Line akan mengalami perubahan dengan menerapkan tarif progresif yang memperhitungkan jarak perjalanan penumpang. Bagaimana nasib penumpang jika stasiun yang menjadi tujuannya terlewati?

Sebagai ilustrasi, dengan penerapan tarif progresif ini penumpang yang menaiki lima stasiun pertama akan dikenakan tarif Rp 3.000 sedangkan untuk tiga stasiun berikutnya akan dikenakan tarif Rp 1.000. Misalnya ada penumpang yang naik pada lima stasiun pertama harus membayar Rp 3.000, kemudian kalau melanjutkan ke stasiun keenam maka harus membayar Rp 4.000. Jika terus melanjutkan ke stasiun ketujuh dan kedelapan tarifnya akan tetap Rp 4.000.

Lantas bagaimana jika penumpang tersebut awalnya hendak turun di stasiun kedelapan, namun secara tidak sengaja ia justru turun di stasiun kesembilan? Tidak perlu khawatir.

Humas PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) Eva Chairunisa mengatakan, semua gate e-Ticketing akan dipindahkan di luar peron. Jadi jika tidak sengaja penumpang melewati stasiun tujuannya, tinggal pindah peron saja.

"Tidak adal lagi gate yang ada di peron, itu semua akan dipindahkan di luar peron,"

Penerapan tiket KRL nantinya menyerupai sistem TransJ. Penumpang yang tidak keluar stasiun dapat berpindah-pindah. Namun sesuai dengan jarak yang tertera di dalam tiketnya.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(mok/mok)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
37%
Kontra
63%